Pemerintahan

Lautan Sampah 60 Ton di Kali Cikaret Dibersihkan, Camat Cibinong Usulkan Pasang Dua Jaring Raksasa

×

Lautan Sampah 60 Ton di Kali Cikaret Dibersihkan, Camat Cibinong Usulkan Pasang Dua Jaring Raksasa

Sebarkan artikel ini
Lautan Sampah 60 Ton di Kali Cikaret Dibersihkan, Camat Cibinong Usulkan Pasang Dua Jaring Raksasa
Pembersihan Sampah di Aliran Kali Cikaret. (Riyan/PenaKu.ID).

PenaKu.ID – Pemerintah Kecamatan Cibinong bersama UPT Kebersihan melakukan aksi gerebek sampah besar-besaran di aliran Kali Cikaret, Kelurahan Harapan Jaya, Selasa (24/2/2026). 

Kegiatan rutin ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir akibat sumbatan sampah yang kian menggunung.

Camat Cibinong, Acep Sajidin, mengungkapkan bahwa pembersihan ini merupakan rangkaian kegiatan yang sudah berjalan selama dua hari. Sebelumnya, aksi serupa dilakukan di Kelurahan Nanggewer.

“Kemarin kita lakukan secara manual sehingga hasilnya tidak maksimal. Hari ini kita berkolaborasi dengan workshop Dinas PUPR untuk menerjunkan alat berat (beko),” ujar Acep di lokasi kegiatan.

Total 28 Truk Sampah Terangkut

Pembersihan kali ini melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari TNI (Koramil), Polri (Polsek), pihak Kelurahan, Linmas, Karang Taruna, hingga relawan PMI. Camat mencatat volume sampah yang diangkut sangat signifikan.

“Hari ini saja sudah 25 truk, ditambah kemarin 3 truk, jadi total 28 truk. Masih ada yang belum terambil karena keterbatasan armada, besok akan dilanjutkan oleh UPT Kebersihan,” tambahnya.

Senada dengan Camat, Kasubag UPT Kebersihan, Maman, mengestimasikan berat total sampah yang diangkat mencapai puluhan ton. 

“Prediksi sampah yang diangkat sekarang sekitar 60 ton. Kami mengerahkan 12 unit kendaraan dengan personel lengkap sejak jam 8 pagi,” jelas Maman.

Siklus Sampah 5 Bulanan dan Solusi “Trash Barrier”

Maman menyebutkan bahwa penumpukan di Kali Cikaret sudah menjadi fenomena rutin. Setidaknya setiap lima bulan sekali, sampah liar yang didominasi limbah rumah tangga dan kayu mengendap di titik tersebut.

“Ini akibat pembuang sampah liar. Setelah ini, kami akan terus memantau informasi titik sampah lain, kemungkinan di area Kali Baru juga ada potensi penumpukan,” kata Maman.

Guna memutus rantai masalah ini, Camat Acep Sajidin telah mengajukan usulan teknis kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Belajar dari pengalaman tahun lalu di mana jaring apung (trash barrier) jebol diterjang banjir, ia mengusulkan penambahan titik saring.

“Dulu cuma satu dan jebol. Sekarang saya usulkan dua jaring ke DLH. Satu di antaranya dipasang di aliran sebelum masuk Situ Cikaret, jadi sampah bisa tersaring lebih awal,” ungkap Acep.

Edukasi Pemilahan dari Rumah

Camat Cibinong mengimbau masyarakat untuk mematuhi Instruksi Bupati terkait pengelolaan sampah mandiri. Ia menekankan pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari dapur rumah tangga.

“Sampah organik buat kompos, yang anorganik bernilai dijual ke bank sampah, sisanya baru diangkut DLH ke TPS. Kalau semua melaksanakan ini, insya Allah volume sampah di sungai tidak akan sebanyak ini,” pungkasnya.***