PenaKu.ID – Chelsea Football Club secara resmi mengumumkan penunjukan Liam Rosenior sebagai pelatih kepala baru, menggantikan Enzo Maresca yang meninggalkan jabatannya pada awal Januari lalu. Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam karier kepelatihan Rosenior, yang sebelumnya menangani klub Ligue 1 Prancis, RC Strasbourg.
Melansir sejumlah sumber menyebutkan bahwa, Liam Rosenior menyepakati kontrak jangka panjang bersama klub asal London barat tersebut. Meski durasi pastinya tidak diungkap ke publik, kesepakatan ini disebut akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan. Ia dipilih setelah Chelsea sempat berada dalam fase ketidakpastian menyusul kepergian Maresca, yang dilaporkan terjadi akibat perbedaan pandangan dengan manajemen klub.
Liam Rosenior: Dari Strasbourg ke Stamford Bridge
Sebelum berlabuh di Stamford Bridge, Rosenior mencatatkan capaian positif bersama Strasbourg, klub yang berada di bawah kepemilikan yang sama dengan Chelsea melalui konsorsium BlueCo. Di bawah kepemimpinannya, Strasbourg tampil kompetitif di Ligue 1, finis di papan atas klasemen, serta berhasil mengamankan tiket ke kompetisi Eropa—sebuah prestasi yang menuai apresiasi luas dari pengamat sepak bola.
Dalam keterangannya kepada media pada Selasa pagi (6/1/2026), Rosenior membenarkan telah mencapai kesepakatan dengan Chelsea. Ia menyebutkan bahwa kontrak memang belum ditandatangani secara resmi saat itu, namun seluruh pihak telah sepakat secara lisan dan proses administratif akan dirampungkan dalam hitungan jam.
Sebagai bagian dari rencana kepindahannya, Rosenior juga dijadwalkan membawa tiga anggota staf pelatih dari Strasbourg. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat struktur kepelatihan Chelsea sekaligus menjaga kesinambungan filosofi kerja yang telah ia bangun sebelumnya.
Reaksi Publik dan Tantangan Besar bagi Liam Rosenior
Penunjukan Rosenior memicu beragam reaksi. Sejumlah pengamat menilai Chelsea mengambil langkah progresif dengan memberikan kepercayaan kepada pelatih muda yang tengah naik daun. Namun, sebagian pendukung mempertanyakan apakah pengalaman Rosenior cukup matang untuk menangani klub besar dengan tekanan tinggi seperti Chelsea.
Mantan pemain dan komentator sepak bola turut angkat suara, menilai Rosenior sebagai sosok dengan potensi besar. Meski demikian, mereka juga mengingatkan bahwa tantangan di Premier League akan jauh berbeda, mengingat ini menjadi pengalaman pertamanya memimpin klub papan atas di liga tersebut.
Makna Penunjukan Liam Rosenior bagi Chelsea
Rosenior datang di tengah musim ketika Chelsea masih berupaya memperbaiki performa dan menjaga peluang bersaing di papan kompetitif liga. Penunjukan pelatih berusia 41 tahun ini mencerminkan pendekatan jangka panjang klub, yang tidak semata mengejar hasil instan, tetapi juga pembangunan tim secara berkelanjutan.
Dengan kontrak jangka panjang yang telah disiapkan, manajemen Chelsea berharap Rosenior mampu menghadirkan stabilitas serta visi baru di Stamford Bridge. Tantangan besar pun menanti, sebuah kesempatan yang diakui Rosenior sebagai momen penting dan unik dalam perjalanan kariernya.
Kesimpulan, penunjukan Liam Rosenior sebagai pelatih kepala baru Chelsea menjadi babak baru dalam dinamika manajerial klub. Berbekal keberhasilannya bersama Strasbourg, Rosenior kini mengemban tanggung jawab besar untuk memimpin salah satu klub paling bergengsi di dunia sepak bola.** [tds]











