Religi

20 Hari Ramadan, Santri Arridho Khatam 12 Kitab

20 Hari Ramadan, Santri Arridho Khatam 12 Kitab
20 Hari Ramadan, Santri Arridho Khatam 12 Kitab

PenaKu.ID – Ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Arridho menuntaskan program ngaji pasaran selama bulan Ramadan dengan mengkhatamkan 12 kitab kuning yang membahas ilmu alat Nahwu Sharaf serta beberapa kitab fikih. Kegiatan tersebut ditutup dengan acara tafarruqan, syukuran, dan buka puasa bersama yang digelar di halaman Ponpes Arridho, Kampung Rawabango, Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Acara penutupan tersebut turut dihadiri oleh K. H. Sirojjudin Assubki, pimpinan salah satu pondok pesantren di Cianjur. Selain itu, hadir pula para orang tua santri, tokoh masyarakat, serta para alumni Ponpes Arridho yang datang dari berbagai daerah.

Pimpinan Ponpes Arridho, K. H. Acep Nu’man, menjelaskan bahwa kegiatan belajar di pesantren tidak hanya berlangsung dalam bentuk pengajian harian dan pendidikan formal. Setiap bulan suci Ramadan, pihaknya secara rutin menggelar program ngaji pasaran yang mempelajari berbagai kitab kuning, khususnya kitab alat Nahwu Sharaf dan kitab fikih.

“Alhamdulillah, sejak awal Ramadan hingga saat ini, kurang lebih selama 20 hari pelaksanaan ngaji pasaran, para santri telah berhasil mengkhatamkan sekitar 12 kitab. Hari ini kami menutupnya dengan tafarruqan yang juga dirangkai dengan syukuran,” ujar K. H. Acep Nu’man.

Proses Lama Belajar di Pondok Pesantren Arridho

Ia menambahkan, para santri dan santriwati yang menempuh pendidikan di Ponpes Arridho minimal selama tiga tahun diharapkan mampu membaca tulisan Arab tanpa harakat (sakal), sekaligus memahami ilmu agama secara baik dan benar.

“Insya Allah, para santri yang telah menempuh pendidikan sekitar tiga tahun di pesantren ini akan mampu membaca huruf Arab tanpa sakal dan memahami ilmu agama dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, K. H. Sirojjudin Assubki mengaku turut bersyukur dan bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, khataman ngaji pasaran yang diikuti para santri Arridho menjadi bukti bahwa masih banyak para kiai dan ajengan yang peduli terhadap pendidikan keagamaan masyarakat.

Ia juga mengajak para orang tua untuk tidak ragu menitipkan anak-anak mereka menempuh pendidikan di pesantren.

“Kami berharap para orang tua yang memiliki anak usia sekolah dapat mempertimbangkan untuk memasukkan putra-putrinya ke Ponpes Arridho. Di sini tersedia lembaga pendidikan formal seperti MTs dan MA, sekaligus program pengajian kitab kuning dengan sistem mondok,” pungkasnya.**

Exit mobile version