Pendidikan

146 Ruang Kelas di Bandung Barat Akan Direhab, Ini Penjelasan Jeje

146 Ruang Kelas di Bandung Barat Akan Direhab, Ini Penjelasan Jeje
146 Ruang Kelas di Bandung Barat Akan Direhab, Ini Penjelasan Jeje

PenaKu.ID – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mulai merealisasikan program renovasi sekolah pada 2026. Program tersebut diawali dengan rehabilitasi ruang kelas dan fasilitas sanitasi di sejumlah sekolah dasar yang telah lama mengalami kerusakan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan di tengah keterbatasan kemampuan fiskal.

Jeje mengatakan, pada bulan ini Pemkab Bandung Barat mulai melakukan perbaikan tiga ruang kelas beserta toilet di SD Negeri 1 Cibogo. Selain itu, dua ruang kelas di SD Negeri 1 Kayu Ambon, Kecamatan Lembang, juga akan direhabilitasi.

“Sepanjang tahun 2026, kami menargetkan pembangunan satu ruang kelas baru dan perbaikan 146 ruang kelas di 79 sekolah dasar. Perbaikan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” ujar Jeje dalam video yang dikutip dari akun Instagram @Ritchieismail, Rabu (22/7/2026).

Menurut Jeje, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik siswa, tetapi juga dipengaruhi oleh tersedianya fasilitas belajar yang aman, nyaman, dan layak. Oleh sebab itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah.

Ruang Kelas SDN 1 Cibogo Jadi Prioritas Perbaikan

Di SD Negeri 1 Cibogo, tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan dijadwalkan mulai diperbaiki dalam beberapa pekan mendatang. Fasilitas sanitasi berupa MCK juga termasuk dalam paket rehabilitasi tahun ini.

Sekolah tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah dikunjungi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam kunjungannya, Dedi yang akrab disapa KDM melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan.

“Sekolah ini kemarin sempat didatangi Pak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi karena beliau sering melintas di daerah sini. Beliau sempat mampir dan melihat kondisi ruang kelas. Alhamdulillah tahun ini akan ada perbaikan tiga ruang kelas dan juga MCK,” kata Jeje.

Selain ruang kelas dan toilet, Pemkab Bandung Barat juga berencana menambah alokasi anggaran melalui Perubahan APBD 2026 untuk memperbaiki pagar sekolah yang kondisinya dinilai sudah cukup memprihatinkan.

Menurut Jeje, keberadaan pagar sekolah memiliki peran penting dalam mendukung keamanan dan kenyamanan lingkungan pendidikan.

“Nanti di perubahan anggaran, Insya Allah akan kami tambahkan untuk perbaikan pagar karena kondisinya sudah cukup rusak,” ujarnya.

Target Rehabilitasi 146 Ruang Kelas Dilakukan Bertahap

Program rehabilitasi juga menyasar SD Negeri 1 Kayu Ambon yang dikenal sebagai salah satu sekolah dasar bersejarah di Kabupaten Bandung Barat.

Jeje menilai sekolah-sekolah yang memiliki sejarah panjang tetap perlu mendapatkan perhatian agar dapat menyediakan lingkungan belajar yang layak bagi para siswa.

“Saya sekarang berada di salah satu sekolah yang bisa dibilang sekolah legend di Bandung Barat, yaitu SDN 1 Kayu Ambon. Tahun ini kita akan melakukan perbaikan ruang kelas dan mudah-mudahan bisa menjadi semangat baru bagi para siswa untuk belajar,” ungkapnya.

Meski program rehabilitasi mulai berjalan, Jeje mengakui masih banyak sekolah di Kabupaten Bandung Barat yang memerlukan perbaikan. Keterbatasan anggaran daerah membuat proses renovasi harus dilaksanakan secara bertahap dengan mengutamakan skala prioritas.

Target rehabilitasi sebanyak 146 ruang kelas di 79 sekolah dasar menjadi gambaran bahwa persoalan infrastruktur pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah.

Menurut Jeje, pembangunan sektor pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kurikulum maupun tenaga pendidik, tetapi juga membutuhkan komitmen menghadirkan fasilitas belajar yang aman, nyaman, serta memadai bagi seluruh peserta didik.

Melalui dimulainya program renovasi sekolah pada 2026, Pemkab Bandung Barat berharap kualitas proses belajar mengajar semakin meningkat sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang.**

Exit mobile version