Sosial

Warga Rancawaas Kabupaten Bandung Kesulitan Air, Sumur Bor Jadi Harapan Baru

×

Warga Rancawaas Kabupaten Bandung Kesulitan Air, Sumur Bor Jadi Harapan Baru

Sebarkan artikel ini
Warga Rancawaas Kabupaten Bandung Kesulitan Air, Sumur Bor Jadi Harapan Baru
Warga Rancawaas Kabupaten Bandung Kesulitan Air, Sumur Bor Jadi Harapan Baru

PenaKu.ID – Polsek Majalaya, Polresta Bandung, membangun sumur bor untuk membantu warga Kampung Rancawaas, Desa Sukamukti, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau selama sekitar lima bulan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air sehari-hari warga, khususnya di RT 01 RW 09.

Kapolsek Majalaya Kompol Asep Dedi mengatakan, pembangunan sumur bor itu merupakan hasil kerja sama kepolisian dengan masyarakat dan sejumlah donatur yang peduli terhadap persoalan kekurangan air bersih.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan pemberian bantuan sumur bor yang sudah selesai digali untuk masyarakat Desa Sukamukti, khususnya RT 01 RW 09, dengan jumlah 78 kepala keluarga. Kami juga dibantu masyarakat yang peduli, termasuk Pak Haji Até dan Pak Haji Adang,” kata Asep, Rabu (21/10/2026).

Menurut Asep, pengeboran berlangsung selama dua pekan. Dari hasil pengerjaan tersebut, ditemukan sumber air dengan debit yang cukup besar. Air yang ke luar juga tampak jernih.

“Selama dua minggu kita melaksanakan pengeboran dan tadi sudah terlihat bahwa air yang keluar begitu banyak dan bersih,” ujarnya.

Sebanyak 50 KK Membutuhkan Pasokan Air

Asep menjelaskan, penentuan lokasi pembangunan sumur bor dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan masyarakat setempat. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa wilayah tersebut mengalami kesulitan air, terutama saat musim kemarau.

Dari 78 kepala keluarga yang bermukim di RT 01 RW 09, sekitar 50 kepala keluarga diketahui benar-benar membutuhkan bantuan pasokan air bersih.

“Memang berdasarkan keterangan Pak RW, saat kekeringan warga di RT 01 ini mengalami kekurangan air. Dari 78 kepala keluarga, kurang lebih 50 kepala keluarga yang benar-benar membutuhkan bantuan,” jelas Asep.

Meski air yang ke luar dari sumur terlihat jernih, kepolisian masih akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memeriksa kualitasnya. Pemeriksaan tersebut diperlukan guna memastikan apakah air layak dikonsumsi atau hanya dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari lainnya.

“Kita akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pengecekan, apakah air ini bisa diminum atau hanya digunakan untuk kebutuhan mencuci dan mandi,” katanya.

Polsek Majalaya Siapkan Pembangunan Sumur Bor Berikutnya

Program penyediaan air bersih tersebut direncanakan berlanjut ke sejumlah wilayah lain yang mengalami kesulitan serupa.

Asep menyebutkan, pembangunan sumur bor berikutnya direncanakan berlangsung dalam dua pekan mendatang. Wilayah Padulun dan Bojong menjadi sasaran awal, disusul desa-desa lain yang membutuhkan bantuan.

“Dua minggu ke depan kita juga berencana membangun sumur bor di Padulun, kemudian Bojong dan desa-desa lainnya. Namun, sebelumnya kita akan melakukan survei terlebih dahulu untuk memastikan wilayah yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.

Warga Sukamukti Bersyukur Mendapat Bantuan

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Sukamukti, Ahmad Sholeh (79), menyambut positif pembangunan sumur bor tersebut. Ia mengungkapkan bahwa warga telah lama menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih, khususnya ketika kemarau berlangsung.

“Tanggapan masyarakat sangat positif sekali. Saya selaku wakil masyarakat Desa Sukamukti sangat berterima kasih atas bantuan air bersih dari Kapolsek Majalaya dan para donatur yang telah membantu merealisasikannya,” kata Ahmad.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat sebagian warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sementara itu, warga lainnya terpaksa mencari sumber air hingga ke area persawahan yang lokasinya cukup jauh dari permukiman.

“Sangat sulit sekali air di sini. Masyarakat sampai kelabakan mencari air, apalagi saat musim kemarau seperti sekarang. Sebagian besar warga membeli air, ada juga yang mengambil dari sawah,” tuturnya.

Menurut Ahmad, warga yang mengambil air dari area persawahan harus menempuh jarak sekitar satu kilometer. Di sisi lain, sejumlah sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat mulai mengalami penyusutan.

“Kalau di sini memang tidak ada sumber air. Paling di sebelah timur, tetapi sekarang juga sudah mulai surut,” jelasnya.

Ahmad berharap sumur bor tersebut dapat menjadi solusi bagi warga yang selama ini kesulitan memperoleh air bersih.

“Sangat amat terbantu. Apalagi sekarang air yang keluar terlihat begitu besar. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini,” pungkasnya.**