Warga Keluhkan Mulai Langkanya Gas 3 kg

Kab. Cianjur, LabakiNews.id –

Hari ke tiga ramadhan masyarakat mulai mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan bakar gas elpiji subsidi ukuran 3 kg.

Gas elpiji 3 kg sulit didapatkan karena persediaan di warung maupun di pangkalan di setempat langka.

“Hampir seluruh warung dan pangkalan elpiji , yang selama ini menjual gas 3 kg tidak memiliki stok. Semua tabung gas yang mereka jejer di warung dalam keadaan kosong.Pemilik warung mengaku kini sulit mendapatkan gas 3 kg, karena stoknya di daerah ini terbatas,” kata Neng Dian (35), salah seorang ibu rumah tangga muda.

Neng Dian, mengaku harus menelan makanan dingin bekas berbuka saat santap sahur karena tidak mendapatkan gas.
Ia kehabisan gas saat memasak makanan buat buka.

“Tadi malam setelah sholat tarawih, saya keliling cari tapi tidak dapat.
Jadilah saya makan makanan yang saya siapkan saat berbuka.

Pagi ini baru dapat(Rabu 8/5/19), itupun lumayan jauh (warungnya). Semua warung yang selama ini menjual elpiji subsidi sekarang tidak lagi.

Semua tabung gas 3 kg yang berjejer di warung mereka dalam keadaan kosong. Meski mereka memiliki stok jumlahnya terbatas dan harga dijual Rp 25.000/tabung.

Tapi karena warga sulit mendapatkan bahan bakar bersih di pangkalan dan agen resmi Pertamina, maka meski harga gas subsidi di atas HET Rp 25.000/tabung tetap dibeli dari pada tidak bisa masak.

Saya tetap beli meski harga gas 3 kg mahal diatas HET yang ditetapkan pemerintah, karena saya membutuhkan bahan bakar ini untuk memasak.

Saya harap pemerintah segera mengatasi masalah mulai langkanya gas 3 kg dan ia khawatir kelangkaan ini terjadi menjelang lebaran nanti,” ujarnya.

Hal senada diungkap Nano (40), Ia mengatakan, kelangkaan stok gas 3 kg di pangkalan, akibat diduga ulah oknum masyarakat pemilik warung yang membeli gas di pangkalan lebih dari satu tabung.

Akibatnya, stok gas subsidi di pangkalan dalam tempo singkat habis. Padahal, kalau mengacu data jumlah orang kurang mampu, suplai gas 3 kg dari Pertamina cukup untuk kebutuhan masyarakat kurang mampu.

Namun, karena oknum pemilik warung membeli gas 3 kg lebih dari satu tabung, maka stok yang ada di pangkalan cepat habis terjual dari semestinya.

Akibatnya, warga yang terlambat membeli di pangkalan atau agen setempat tidak kebagian lagi gas 3 kg tersebut.

Dengan demikian, terpaksa harus membeli di warung terdekat yang memiliki stok dengan harga melambung hingga Rp 25.000/ tabung.

(Rush/dhendra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.