PenaKu.ID – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi, Visi Nusantara Maju (Vinus) menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Menuju Satu Tahun Kepemimpinan Rudy-Ade” di Vinus Forum, Cibinong, Rabu (21/1/2026).
Diskusi ini membedah capaian konkret, gaya kepemimpinan, hingga pekerjaan rumah yang masih menanti di Kabupaten Bogor. Founder Visi Nusantara Maju (Vinus), Yusfitriadi, memberikan apresiasi atas gaya kepemimpinan Rudy-Ade yang dinilai sangat responsif atau “satset”.
Terobosan Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi (Jaro Ade)
Menurutnya, salah satu terobosan paling mencolok adalah keberpihakan pembangunan pada wilayah yang selama ini terisolasi.
“Baru pada periode ini kita melihat Jalan Malasari di ujung Barat, yang puluhan tahun tidak tersentuh, akhirnya diaspal. Ini menunjukkan komitmen pemerataan pembangunan yang bukan sekadar retorika,” ujar Yus Fitriadi dalam diskusi tersebut, Rabu (21/1/2026).
Target Ambisius: Berobat Gratis untuk Semua Warga
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappelitbang), Bambang Setia Aji, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tengah menyiapkan program strategis untuk tahun 2026, yakni pencapaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 100%.
“Pak Bupati telah menginstruksikan agar di tahun 2026, seluruh warga yang memiliki KTP Kabupaten Bogor bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis. Kami sedang menghitung skema anggarannya bersama BPJS Kesehatan agar program ini berkelanjutan,” jelas Bambang.
Selain kesehatan, pemkab juga fokus pada perlindungan ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal seperti ojek online dan buruh tani.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Soroti Transparansi dan Evaluasi Anggaran
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, yang hadir sebagai narasumber, menekankan bahwa pola komunikasi eksekutif saat ini jauh lebih terbuka.
“Hari ini, masyarakat bisa langsung mengadu lewat media sosial dan direspon cepat. Kami di legislatif terus mengawal agar percepatan ini didukung oleh administrasi yang baik,” ungkapnya.
Namun, Sastra juga memberikan catatan terkait isu gagal bayar pada sejumlah vendor proyek di tahun sebelumnya. Ia memastikan bahwa evaluasi sistem budgeting sedang dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan hak-hak penyedia jasa segera dituntaskan pada Februari ini.
Masukan Akademisi: RSUD Parung Panjang dan Kualitas SDM
Diskusi ini juga menghadirkan para rektor dan akademisi sebagai penanggap. Rektor Institut Nida El Adab, Ramlan Rosyad, mengingatkan pemerintah untuk tidak melupakan kebutuhan dasar di wilayah perbatasan, khususnya pembangunan RSUD di Parung Panjang.
“Warga Parung Panjang kalau sakit masih harus ke Tangerang karena jarak ke RSUD Leuwiliang terlalu jauh. Ini harus jadi prioritas di tahun kedua,” tegas Ramlan.
Senada dengan itu, akademisi dari Universitas Juanda, Faisal Triramdani, mengingatkan agar pembangunan fisik harus dibarengi dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah melalui riset diharapkan dapat menekan angka putus sekolah di pelosok Bogor.
Acara ditutup dengan komitmen Vinus untuk merilis survei kepuasan publik pada pertengahan Februari mendatang guna memberikan data objektif mengenai persepsi masyarakat terhadap kinerja Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi (Jaro Ade).***











