Internasional

Trump Umumkan Operasi Ekonomi Besar-besaran untuk Kucilkan Iran

×

Trump Umumkan Operasi Ekonomi Besar-besaran untuk Kucilkan Iran

Sebarkan artikel ini
Trump Umumkan Operasi Ekonomi Besar-besaran untuk Kucilkan Iran
Trump Umumkan Operasi Ekonomi Besar-besaran untuk Kucilkan Iran/(Instagram?

PenaKu.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan operasi ekonomi besar-besaran untuk mengisolasi Iran di tengah perang yang memasuki bulan keenam. Hingga kini, belum terlihat tanda penyelesaian diplomatik maupun militer dalam waktu dekat.

Melalui Truth Social, Kamis (20/8), Trump menyatakan langkah tersebut akan menyasar negara yang membantu ataupun menjalankan bisnis dengan Iran.

Ia juga mengancam konsekuensi ekonomi berat bagi pihak yang tetap memberikan dukungan.

Ketegasan Trump Soal Kekuasaan Ekonomi Global

“Hari ini saya mengumumkan operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah diterapkan terhadap negara mana pun! Ini akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Trump di Truth Social, Kamis (20/8).

Trump menegaskan, negara yang memberikan akses bantuan kepada Iran melalui lembaga keuangan, perusahaan, bandara, maupun entitas pemerintah juga akan menghadapi sanksi. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk hukuman ekonomi yang akan diterapkan.

“Saya juga mengumumkan bahwa setiap negara yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan bantuan dalam bentuk apa pun kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang luar biasa berat,” imbuhnya.

Trump Mencoba Gerak Cepat untuk Mendominasi

Pengumuman itu muncul hampir sepekan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa Washington akan memberlakukan isolasi ekonomi terhadap Iran.

Di sisi lain, ketegangan kawasan belum sepenuhnya mereda. Iran masih menerapkan blokade efektif terhadap pelayaran di Selat Hormuz setelah kesepakatan sementara dengan AS untuk membuka kembali jalur strategis tersebut gagal tercapai.

Dalam beberapa hari terakhir, kedua pihak disebut masih saling bertukar pesan. Namun, pada Selasa (19/8), Trump mengatakan pembicaraan telah dihentikan.

Ia juga mengunggah pesan di media sosial yang mengisyaratkan Selat Hormuz dapat menjadi “wilayah baru AS”.**