PenaKu.ID – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kehancuran total target militer di Pulau Kharg, jantung ekonomi Iran.
Langkah ekstrem ini diambil menyusul serangan terhadap enam kapal di Teluk dalam 48 jam terakhir.
Trump menegaskan melalui Truth Social bahwa AS berkomitmen memastikan Selat Hormuz tetap terbuka dan aman dari gangguan Teheran.
Ancaman Balasan Iran dan Pemblokiran Selat Hormuz
Menanggapi gempuran tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, memberikan pernyataan publik pertamanya pada Kamis ini.
Ia bersumpah akan terus memblokade Selat Hormuz sebagai bentuk perlawanan. Teheran bahkan mengeluarkan peringatan keras bahwa infrastruktur energi milik perusahaan yang bekerja sama dengan AS akan segera diubah menjadi “tumpukan abu” jika agresi militer terus berlanjut.
Pemblokiran Selat Hormuz Meningkatkan Konflik Global di Pekan Ketiga
Seiring memasuki minggu ketiga perang, konflik ini tidak lagi hanya sekadar isu regional. Hancurnya fasilitas di Pulau Kharg dinilai para ahli sebagai upaya memutus “urat nadi” ekonomi Iran secara permanen.
Dunia kini menanti apakah Inggris dan negara sekutu lainnya akan memenuhi seruan Trump untuk mengirimkan armada kapal perang guna mengamankan jalur pengiriman minyak paling krusial di dunia tersebut.**






