Peristiwa

TPT di Nyalindung Sukabumi Tergerus Longsor: UPTD BMPR Jabar Gercep Lakukan Perbaikan 

×

TPT di Nyalindung Sukabumi Tergerus Longsor: UPTD BMPR Jabar Gercep Lakukan Perbaikan 

Sebarkan artikel ini
TPT di Nyalindung Sukabumi Tergerus Longsor: UPTD BMPR Jabar Gercep Lakukan Perbaikan
Foto Istimewa: Kepala UPTD BMPR Provinsi Jawa Barat, Harry Kuswian, S.T., M.T.,.

PenaKu.ID – Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat angkat bicara mengenai kerusakan konstruksi bronjong atau Tembok Penahan Tanah (TPT) yang baru saja rampung di ruas Jalan dan Jembatan Nyalindung – Sagaranten, tepatnya di Kampung Langkob, RT 02/RW 10, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambruk setelah diterjang bencana longsor pada, Minggu (11/02/2026) belum lama ini 

Diketahui, kerusakan tersebut dilaporkan terjadi akibat bencana tanah longsor di picu cuaca ekstrem. longsor bermula dari area persawahan di seberang konstruksi. Material tanah yang jatuh ke sungai menyebabkan perubahan pola aliran air. Semula, aliran sungai tidak bersinggungan langsung dengan bronjong, namun kini arus air menghantam struktur tersebut hingga menyebabkan pergeseran. Akibatnya, tanah di atas bronjong ikut turun dan merusak konstruksi pasangan batu di lokasi.

Masih dalam Masa Pemeliharaan

Kepala UPTD BMPR Provinsi Jawa Barat, Harry Kuswian, S.T., M.T., menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh. Ia memastikan bahwa perbaikan kerusakan ini sepenuhnya masih menjadi tanggung jawab pihak ketiga atau kontraktor.

“Kami sudah berkomunikasi dengan penyedia jasa yang mengerjakan proyek tersebut. Karena pekerjaan ini baru saja selesai dan masih dalam masa pemeliharaan, maka seluruh biaya dan proses perbaikan menjadi kewajiban penyedia jasa sepenuhnya,” tegas Harry dalam keterangan resminya kepada awak media, Senin (19/1/2026).

Langkah Percepatan Perbaikan Pasca-Longsor

UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi telah melayangkan instruksi resmi kepada pihak kontraktor untuk segera melakukan penguatan di titik-titik yang tergerus. Langkah cepat ini diambil guna mencegah kerusakan meluas yang berpotensi mengancam struktur utama jalan.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di area tersebut. Kami pastikan proses perbaikan dilakukan secepat mungkin agar fungsi jalan kembali optimal dan aman bagi kendaraan,” lanjutnya.

Hingga saat ini, pihak penyedia jasa dilaporkan telah mulai memobilisasi alat berat serta material ke lokasi terdampak untuk memulai proses perbaikan dan penguatan kembali struktur bronjong yang bergeser.**