PenaKu.ID – Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan sekelompok siswa sekolah di Kabupaten Bogor viral di media sosial.
Dalam video tersebut, tampak sejumlah anak berseragam harus menempuh perjalanan sejauh 9 kilometer dengan berjalan kaki selama 2 jam hanya untuk sampai ke sekolah.
Kondisi ini terjadi di Kampung Cibuntu, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Mirisnya, akses jalan yang dilalui mereka pun terlihat rusak parah, berlumpur, dan sangat tidak layak, yang semakin memperberat langkah para siswa tersebut.
Langkah Cepat Ketua DPRD Kabupaten Bogor Kasus Siswa Pelajar Jalan Kaki 2 Jam dan Tempuh Jarak 9 Kilometer Tuk Sampai Ke Sekolah
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menanggapi serius kondisi memprihatinkan yang menimpa para pelajar di wilayah tersebut.
Sastra menegaskan bahwa pihaknya akan segera meninjau status jalan tersebut untuk menentukan langkah penanganan. Menurutnya, perlu dipastikan terlebih dahulu apakah akses jalan itu berstatus jalan desa atau jalan kabupaten, agar kewenangan perbaikan dapat segera ditentukan.
“Makanya, nanti kita akan cek dulu besok ke Dinas Desa, apakah jalan itu statusnya jalan desa atau ruas jalan kabupaten,” ujar Sastra Winara saat ditemui Usai Melaksanakan Terawih Keliling (Tarling) bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto, di Kecamatan Babakan Madang, pada Rabu Malam (11/3/2026).
Akan Meninjau Langsung ke Lokasi Bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto
Lebih lanjut, Sastra menyampaikan komitmennya untuk segera menyelesaikan permasalahan ini agar anak-anak tidak lagi harus bersusah payah menuju sekolah. Ia berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama pihak terkait tepat setelah masa libur selesai.
“Habis lebaran nanti kita ke situlah motoran. Soalnya kan kemarin Bupati juga sudah sempat menyampaikan mau ada peninjauan lokasi,” tambahnya.
Pihaknya berharap koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor dapat segera membuahkan solusi nyata bagi warga, khususnya para pelajar di Kampung Cibuntu agar memiliki akses pendidikan yang layak dan aman.***









