PenaPeristiwa

Tanggapan PVMBG Terkait Gempa di Bolang Mangondow Timur

PenaKu.ID – Adanya gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (17/12/20) pukul 15:30 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi KESDM memberikan tanggapan melalui keterangan resmi, Kamis (17/12).

Menurut informasi dari BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Maluku pada koordinat 0,23°LU dan 125,01°BT, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 24 Km, berjarak sekitar 73,5 Km tenggara kota Tutuyan (ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara).

Sementara The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat melaporkan lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 125,041°BT dan 0,298°LU dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 35 km.

Kemudian berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 125,02°BT dan 0,25°LU dengan magnitudo (M4,7) pada kedalaman 53 km.

Lokasi pusat gempa bumi terletak lebih dekat dengan daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter yang terdiri – dari endapan pantai, endapan sungai dan batuan berumur Tersier yang terdiri-dari batuan sedimen dan rombakan gunungapi.

Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan.

Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

Kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas penunjaman ganda Punggungan Talaud Mayu. Mekanisme sumber gempa bumi ini pada umumnya merupakan sesar naik yang berarah relatif utara – selatan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini.

Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur terasa pada skala II – III MMI.

Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.

BMKG Menginbau agar masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Masyarakat juga agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil.



(Zarena)

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button