PenaKu.ID – Di era digital, memegang uang tunai atau saldo di rekening tabungan biasa tetap krusial sebagai bantalan likuiditas.
Namun, para perencana keuangan memperingatkan bahaya menyimpan terlalu banyak dana “menganggur” di rekening transaksional. Keseimbangan adalah kunci untuk keamanan sekaligus pertumbuhan aset.
Batas Aman Saldo Rekening Strategi Finansial
Para ahli menyarankan agar saldo di rekening harian cukup untuk membiayai kebutuhan hidup selama satu bulan, atau maksimal dua minggu bagi mereka yang lebih agresif.
Menyimpan dana berlebih di rekening biasa meningkatkan risiko kerugian akibat inflasi, penipuan perbankan, atau pembobolan kartu debit yang perlindungannya tidak sekuat kartu kredit.
Pisahkan Dana Darurat Menjadi Strategi Finansial
Uang tunai berlebih sebaiknya dialokasikan ke instrumen yang lebih produktif atau rekening terpisah. Dana darurat idealnya mencakup 3 hingga 6 bulan pengeluaran dan disimpan di rekening high-yield savings (tabungan bunga tinggi) yang tetap mudah diakses namun terpisah dari pengeluaran harian.
Strategi ini menjaga likuiditas Anda tetap aman saat krisis tanpa mengorbankan potensi pertumbuhan nilai uang.**












