PenaKu.ID – Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu dukungan nyata datang dari PT Mineral Bhumi Harmoni (MBH), perusahaan pertambangan batu kars di Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, yang berkomitmen menyumbangkan satu unit rumah bagi warga terdampak bencana alam.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Direktur PT MBH, H. Muhammad Umar, usai menghadiri Rapat Koordinasi Peningkatan Sinergitas Perencanaan Pembangunan dalam Penanggulangan Bencana di Gedung Sulanjana, Sukabumi, Kamis (22/1/2026). Rapat tersebut turut dihadiri Bupati Sukabumi Asep Japar, Sekretaris Daerah Ade Suryaman, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
H. Muhammad Umar menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian awal perusahaan terhadap aspek sosial dan kemanusiaan di wilayah operasional mereka.
“Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban para korban. Saat ini kami baru bisa berkontribusi satu unit rumah senilai Rp35 juta, sesuai ketentuan pemda. Semoga ke depan usaha kami lancar sehingga bisa memberikan kontribusi yang lebih besar lagi,” ujar Direktur PT MBH kepada awak media Kamis (22/1/2026).
Direktur PT MBH juga berharap sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus terjalin demi kesejahteraan masyarakat Sukabumi.
Pembangunan 166 Unit Huntap
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sukabumi tengah mematangkan program pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana agar proses pemulihan berjalan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan darurat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengungkapkan bahwa pembangunan ini menyasar dua wilayah utama: Desa Cikadu (Kecamatan Palabuhanratu) sebanyak 100 unit dan Desa Ciengang (Kecamatan Gegerbitung) sebanyak 66 unit.
“Berdasarkan hasil rapat koordinasi, sejumlah perusahaan menyatakan kesiapannya berkolaborasi membangun total 166 unit Huntap. Ini adalah wujud tanggung jawab sosial untuk mengembalikan rasa aman bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal,” jelas Ade.
Secara teknis, setiap unit Huntap akan berdiri di atas lahan sekitar 60 meter persegi dengan luas bangunan 36 meter persegi.
“Desain sudah siap dan aspek pendukung lainnya sedang dimatangkan. Pengerjaan akan dimulai secepatnya,” tambahnya.
Apresiasi Bupati Sukabumi untuk PT MBH
Bupati Sukabumi, Asep Japar, memberikan apresiasi tinggi kepada para pengusaha yang telah menunjukkan kepedulian nyata. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha adalah kunci percepatan pemulihan daerah.
“Terima kasih atas perhatian para pengusaha. Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan. Pembangunan Huntap ini diharapkan menjadi model kolaborasi penanggulangan bencana yang berkelanjutan dengan mengedepankan kelayakan hunian,” pungkas Asep Japar.**












