Olahraga

Siapa Aleksander Čeferin? Sosok Kuat di Balik UEFA

×

Siapa Aleksander Čeferin? Sosok Kuat di Balik UEFA

Sebarkan artikel ini
Siapa Aleksander Čeferin? Sosok Kuat di Balik UEFA
Siapa Aleksander Čeferin? Sosok Kuat di Balik UEFA. /Foto: efe

PenaKu.ID – Aleksander Čeferin menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam tata kelola sepak bola dunia dalam hampir satu dekade terakhir. Pria asal Slovenia tersebut memimpin Union of European Football Associations (UEFA) sejak September 2016 dan berperan dalam berbagai kebijakan strategis yang membentuk arah sepak bola Eropa, mulai dari reformasi Liga Champions hingga penolakan terhadap proyek European Super League.

Latar Belakang dan Awal Karier Aleksander Čeferin

Aleksander Čeferin lahir di Ljubljana, Slovenia, pada 13 Oktober 1967. Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Ljubljana sebelum berkarier sebagai pengacara. Setelah menyelesaikan studi, ia bergabung dengan firma hukum milik keluarganya dan menangani berbagai perkara di bidang hukum komersial serta hukum olahraga. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting saat memasuki dunia administrasi sepak bola yang memiliki tantangan tata kelola semakin kompleks.

Aleksander Čeferin Memimpin Federasi Sepak Bola Slovenia

Karier Čeferin di dunia sepak bola dimulai dari tingkat nasional. Ia sempat terlibat dalam kepengurusan sejumlah klub di Slovenia sebelum dipercaya memimpin Football Association of Slovenia (NZS) pada 2011.

Selama memimpin federasi, ia dikenal mendorong modernisasi tata kelola organisasi sekaligus memperkuat program pengembangan sepak bola nasional. Kepemimpinannya turut meningkatkan reputasi federasi di tingkat Eropa.

Aleksander Čeferin Terpilih Menjadi Presiden UEFA

Reputasi sebagai administrator dengan latar belakang hukum membawanya ke panggung sepak bola Eropa. Pada Kongres Luar Biasa UEFA di Athena, 14 September 2016, Aleksander Čeferin terpilih sebagai Presiden UEFA setelah meraih 42 suara, mengungguli kandidat asal Belanda, Michael van Praag, yang memperoleh 13 suara.

Ia menggantikan Michel Platini di tengah upaya UEFA memulihkan kepercayaan publik setelah krisis tata kelola yang sempat mengguncang sepak bola internasional.

Aleksander Čeferin Fokus pada Reformasi Tata Kelola

Sejak memimpin UEFA, Čeferin menjadikan reformasi organisasi sebagai salah satu prioritas utama. Di bawah kepemimpinannya, UEFA memperkuat prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam proses pengambilan keputusan.

Selain itu, UEFA juga mendorong distribusi pendapatan kompetisi yang lebih merata kepada seluruh asosiasi anggota guna menjaga keseimbangan perkembangan sepak bola di berbagai negara Eropa.

Reformasi Liga Champions dan Penolakan Super League

Salah satu kebijakan penting pada masa kepemimpinan Čeferin adalah penerapan format baru Liga Champions yang mulai diberlakukan pada musim 2024–2025. Format liga tunggal menggantikan sistem fase grup dengan tujuan menghadirkan lebih banyak pertandingan kompetitif sekaligus meningkatkan nilai komersial kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.

Di sisi lain, Čeferin juga menjadi figur utama dalam penolakan terhadap pembentukan European Super League pada 2021. Ketika sejumlah klub elite Eropa berupaya membentuk kompetisi tertutup, UEFA menegaskan bahwa konsep tersebut bertentangan dengan prinsip meritokrasi yang selama ini menjadi dasar sistem sepak bola Eropa.

Penolakan dari UEFA bersama federasi nasional, kelompok suporter, dan pemerintah di sejumlah negara membuat proyek European Super League akhirnya gagal berlanjut.

Kembali Dipercaya Memimpin UEFA

Kepercayaan terhadap kepemimpinan Aleksander Čeferin terus berlanjut. Setelah kembali terpilih pada 2019, ia memperoleh mandat tanpa pesaing dalam Kongres UEFA 2023 untuk memimpin organisasi hingga 2027.

Fokus UEFA pada 2026

Memasuki 2026, UEFA di bawah kepemimpinan Čeferin memprioritaskan penguatan tata kelola organisasi, pengembangan sepak bola perempuan, investasi pada sepak bola akar rumput, serta menjaga keseimbangan kepentingan antara klub besar dan asosiasi yang lebih kecil.

Dalam wawancara resmi UEFA pada pertengahan 2026, Čeferin menegaskan bahwa keputusan terbaik hanya dapat dicapai melalui dialog dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sepak bola.

Dinamika Hubungan UEFA dan FIFA

Perkembangan terbaru menunjukkan adanya dinamika hubungan antara UEFA dan FIFA. Sejumlah laporan media internasional, termasuk Reuters, menyebut Aleksander Čeferin tidak menghadiri final Piala Dunia FIFA 2026 sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap sejumlah keputusan FIFA terkait tata kelola organisasi dan penyelenggaraan kompetisi.

Langkah tersebut dinilai mencerminkan perbedaan pandangan yang semakin nyata antara dua organisasi terbesar dalam sepak bola dunia.

Salah Satu Tokoh Penting Sepak Bola Modern

Berbekal latar belakang sebagai pengacara dan pengalaman memimpin federasi nasional, Aleksander Čeferin berkembang menjadi salah satu tokoh sentral dalam sepak bola modern. Hampir sepuluh tahun memimpin UEFA, ia terus memainkan peran penting dalam menentukan arah perkembangan kompetisi sepak bola Eropa sekaligus menjaga integritas olahraga yang menjadi perhatian jutaan pencinta sepak bola di seluruh dunia.** (tds)