PenaKu.ID – Menjalani hidup di era yang serba cepat seringkali membuat kita lupa untuk berhenti sejenak dan melihat apa yang sudah kita miliki. Alih-alih merasa cukup, kita sering terjebak dalam perlombaan tanpa henti mengejar apa yang belum ada di tangan.
Padahal, kunci ketenangan bukan terletak pada seberapa banyak pencapaian kita, melainkan pada seberapa dalam rasa syukur kita.
Mengubah Sudut Pandang terhadap Masalah dengan Syukur
Syukur bukan berarti kita mengabaikan masalah atau berpura-pura semuanya baik-baik saja. Sebaliknya, syukur adalah kemampuan untuk melihat titik terang di tengah kegelapan.
Saat kita bersyukur, otak kita secara alami beralih dari mode “kekurangan” menjadi mode “kelimpahan.” Hal ini membantu kita berpikir lebih jernih dan mencari solusi dengan mentalitas yang lebih positif.
Dampak Nyata Syukur bagi Kesehatan Mental
Secara medis, praktik bersyukur terbukti menurunkan tingkat stres dan risiko depresi. Dengan menghargai hal-hal kecil, seperti kesehatan atau dukungan keluarga, kita membangun perisai emosional yang kuat.
Kedamaian batin yang dihasilkan dari rasa syukur membuat kita lebih tangguh menghadapi pasang surut kehidupan yang tak terduga.**












