Sosial

Seni Berargumen: Mengapa Opini yang Lemah Sering Muncul?

×

Seni Berargumen: Mengapa Opini yang Lemah Sering Muncul?

Sebarkan artikel ini
Seni Berargumen: Mengapa Opini yang Lemah Sering Muncul?
Seni Berargumen: Mengapa Opini yang Lemah Sering Muncul?/(instagram)

PenaKu.ID – Membangun sebuah argumen atau opini memerlukan landasan fakta yang kuat agar tidak mudah dipatahkan.

Sayangnya, banyak orang terjebak dalam argumen yang lemah karena hanya mengandalkan emosi atau informasi selintas tanpa melakukan riset mendalam terlebih dahulu.

Dampak Kurangnya Literasi Data dalam Opini

Argumen yang tidak didukung data biasanya bersifat subjektif dan rapuh. Hal ini sering kali memicu perdebatan kusir yang tidak berujung di media sosial.

Tanpa pondasi logika yang jelas, sebuah pendapat hanya akan menjadi suara bising yang tidak memberikan solusi atau perspektif baru bagi pembaca.

Memperkuat Sudut Pandang Opini

Untuk mengubah argumen yang lemah menjadi argumen yang kokoh, seseorang perlu memperluas wawasan dan terbuka terhadap kritik.

Mengakui kekurangan dalam pemikiran sendiri adalah langkah awal untuk membangun kredibilitas dalam menyampaikan sebuah gagasan di ruang publik.**