PenaKu.ID – Sejumlah organisasi kepemudaan di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, meluapkan aspirasi mereka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang digelar di Gedung Welasih, Kelurahan Puspanegara, Rabu (28/01/26).
Mereka menagih realisasi pembangunan gedung kepemudaan yang tak kunjung terwujud meski telah diusulkan selama 12 tahun terakhir.
Ketua KNPI Kecamatan Citeureup, M. Jaelani Kiat, menegaskan bahwa infrastruktur kepemudaan yang ada saat ini sudah jauh dari kata layak. Ia menilai kondisi gedung yang ada saat ini menghambat produktivitas dan kreativitas pemuda di wilayah tersebut.
”Kondisinya sudah tidak layak untuk dijadikan pusat kegiatan. Kami sangat berharap pembangunan atau setidaknya perbaikan total gedung pemuda ini bisa segera direalisasikan pada tahun ini,” ujar Jaelani di hadapan para pemangku kepentingan saat Musrenbang Kecamatan Citeureup, Rabu (28/1/2026).
Menagih Janji Sejak 2014 hingga 2026 Tidak Ditepati
Kekecewaan serupa diungkapkan oleh Wakil Ketua I Bidang OKK DPD KNPI Kabupaten Bogor, M. Yusuf Kiat, atau yang akrab disapa Jendral. Menurutnya, janji pembangunan ini bukan hal baru, melainkan komitmen politik yang terus berulang sejak tahun 2014 namun selalu kandas di tengah jalan.
”Kami sudah cukup sabar menunggu. Janji ini disampaikan sejak 2014, lalu 2017, 2021, hingga sekarang sudah tahun 2026. Kami menagih janji yang pernah diucapkan anggota DPRD Kabupaten Bogor dari beberapa periode lalu,” tegas Yusuf.
Ia menambahkan bahwa sebagai salah satu wilayah industri strategis, Citeureup adalah “wajah” dari Kabupaten Bogor. Sudah sepatutnya wilayah ini memiliki fasilitas kepemudaan yang representatif sebagai pusat sarana prasarana yang memadai.
Dukungan Lintas Organisasi di Kecamatan Citeureup
Senada dengan KNPI, Ketua Karang Taruna Kecamatan Citeureup, Riyan Pebriyana, menyatakan dukungannya terhadap usulan Pusat Sarana Kegiatan Sosial (PSKS) sebagaimana yang pernah dijanjikan oleh Bupati Bogor.
”Kami meminta agar hal ini benar-benar diwujudkan, bukan sekadar menjadi catatan di atas kertas setiap kali Musrenbang digelar. Pemuda butuh ruang untuk berkontribusi bagi masyarakat,” kata Riyan.
Menutup aspirasinya, para tokoh pemuda Citeureup mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap kompak dan mengawal usulan ini hingga ke tingkat kabupaten agar Kecamatan Citeureup bisa menjadi wilayah yang istimewa melalui pembangunan sumber daya pemudanya.***








