PenaKu.ID – Manchester United secara resmi mengakhiri kerja sama dengan Rúben Amorim dari posisi pelatih kepala setelah sekitar 14 bulan menukangi tim utama. Keputusan tersebut diambil secara mendadak menyusul memuncaknya konflik internal antara Rúben Amorim dan jajaran manajemen klub, khususnya terkait kebijakan transfer serta ruang kendali dalam pengambilan keputusan teknis tim.
Langkah pemecatan ini terjadi kurang dari 24 jam setelah Amorim menyampaikan pernyataan kontroversial kepada media. Dalam pernyataannya, Rúben Amorim menegaskan bahwa kedatangannya ke Old Trafford bukan sekadar sebagai pelatih kepala, melainkan sebagai manajer dengan otoritas penuh atas aspek teknis tim. Sikap tersebut dinilai bertentangan dengan struktur manajemen Manchester United yang telah berjalan.
Pihak klub menyatakan keputusan ini diambil demi memberikan peluang terbaik bagi Manchester United untuk memperbaiki performa pada musim berjalan. Saat Rúben Amorim dilepas, Setan Merah berada di peringkat keenam klasemen sementara Premier League dengan catatan hasil yang dinilai belum konsisten di liga domestik maupun kompetisi lainnya.
Konflik Rúben Amorim dan Manajemen
Ketegangan antara Amorim dan manajemen, khususnya dengan direktur sepak bola klub, disebut telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Perselisihan tersebut terutama berkaitan dengan kebijakan transfer pemain yang dianggap tidak sejalan dengan kebutuhan dan rencana jangka panjang sang pelatih. Situasi memanas setelah laga imbang 1–1 melawan Leeds United, ketika Amorim secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap keterbatasan peran dan wewenang yang ia miliki.
Didatangkan pada November 2024 dengan harapan membawa perubahan signifikan, Amorim dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktis berani. Penggunaan formasi yang tidak lazim kerap menjadi perdebatan di kalangan publik dan media. Namun, hasil yang tidak stabil di lapangan serta ketidakselarasan dengan struktur manajemen klub akhirnya menjadi faktor krusial di balik berakhirnya masa jabatannya.
Untuk sementara waktu, Manchester United menunjuk Darren Fletcher, mantan gelandang klub yang saat ini menangani tim U-18, sebagai pelatih interim sembari manajemen mencari sosok pengganti permanen guna melanjutkan sisa musim.
Keputusan ini memicu beragam reaksi dari suporter dan pengamat sepak bola internasional. Pergantian pelatih di tengah musim, terlebih terhadap figur dengan profil dan pengalaman seperti Amorim, dinilai berpotensi membawa dampak besar terhadap stabilitas tim serta arah strategi jangka panjang Manchester United.** [tds]
~source: The Guardian, Reuters, The Times












