PenaKu.ID – Pemerintah Desa Cimanggis terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya bagi generasi muda.
Kepala Desa Cimanggis, Abdul Aziz Anwar, secara proaktif melakukan langkah strategis dengan menjalin koordinasi intensif bersama pihak SMAN 1 Bojonggede dan SMKN 1 Bojonggede.
Langkah ini diambil guna memastikan anak-anak usia sekolah di wilayah Desa Cimanggis mendapatkan kemudahan akses pendidikan melalui optimalisasi jalur zonasi.
Kades Cimanggis Mengawal Jalur Zonasi, Mengutamakan Hak Belajar Warga Desanya
Abdul Aziz Anwar, menegaskan bahwa Pemdes Cimanggis berkomitmen penuh untuk mengawal proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), khususnya melalui jalur zonasi wilayah.
Dirinya tidak ingin ada anak usia sekolah di desanya yang terhambat mengenyam pendidikan di sekolah negeri terdekat hanya karena kendala administratif atau kuota yang tidak terserap dengan baik.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak muda di Desa Cimanggis mendapatkan haknya untuk bersekolah di fasilitas pendidikan terbaik terdekat. Oleh karena itu, koordinasi dengan SMAN 1 dan SMKN 1 Bojonggede ini sangat krusial. Kami ingin kuota wilayah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga setempat,” ujar Abdul Aziz Anwar.
Sinergi Pihak Sekolah: Sambut Baik dan Tekankan Validitas Data Administrasi
Upaya jemput bola yang dilakukan oleh Kades Cimanggis ini mendapat respons yang sangat positif dari pihak manajemen sekolah.
Kepala Sekolah SMAN 1 Bojonggede, Drs. Pandi, menyatakan dukungannya terhadap komitmen Pemdes Cimanggis dalam memperhatikan pendidikan warganya. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan pihak sekolah akan membuat proses PPDB menjadi lebih transparan dan tepat sasaran.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan keaktifan Pak Kades Abdul Aziz Anwar. Kami dari pihak sekolah pada dasarnya siap mengakomodir siswa dari wilayah zonasi terdekat, sesuai dengan regulasi dan kuota yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan. Kerja sama ini penting agar proses seleksi berjalan kondusif,” ungkap Kepala Sekolah SMAN 1 Bojonggede.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Kepala Sekolah (Wakasek) SMKN 1 Bojonggede juga menekankan pentingnya validitas dokumen kependudukan warga yang mendaftar. Pihak SMK siap membuka pintu lebar-lebar bagi anak muda Cimanggis yang ingin fokus pada pendidikan kejuruan, dengan catatan dokumen administrasi terpenuhi dengan rapi.
“Kami menyambut baik langkah Pak Kades. Di SMKN 1 Bojonggede, kami siap menerima calon peserta didik dari Desa Cimanggis melalui jalur yang tersedia. Namun, kami juga mengimbau kepada masyarakat melalui pihak Pemdes agar seluruh persyaratan administratif seperti KTP orang tua dan Kartu Keluarga (KK) asli Desa Cimanggis dipersiapkan secara lengkap dan valid,” jelas perwakilan SMKN 1 Bojonggede.
Siap Bawa Aspirasi ke Tingkat Kabupaten Hingga Provinsi Demi ‘Cimanggis Nomor Satu’
Sebagai bentuk keseriusan yang mendalam, Abdul Aziz Anwar menyatakan bahwa dirinya tidak akan berhenti di tingkat kecamatan saja.
Jika dalam pelaksanaannya di lapangan masih ditemukan kendala sistemik terkait batas wilayah atau kuota zonasi yang merugikan warganya, ia siap membawa aspirasi masyarakat Desa Cimanggis langsung ke tingkat yang lebih tinggi.
“Jika diperlukan, kami siap berkoordinasi dan berkomunikasi langsung dengan Bupati Bogor hingga tingkat Gubernur Jawa Barat. Ini demi masa depan anak-anak kita. Regulasi harusnya mempermudah rakyat, bukan mempersulit. Pemdes Cimanggis akan terus mendampingi warga demi mewujudkan visi ‘Cimanggis Nomor Satu’ di bidang pendidikan,” pungkas Abdul Aziz Anwar dengan optimis.
Dengan adanya komitmen kuat dari kepala desa serta dukungan penuh dari SMAN 1 dan SMKN 1 Bojonggede, diharapkan angka putus sekolah di wilayah tersebut dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus melahirkan generasi muda Desa Cimanggis yang berdaya saing tinggi.***











