PenaKu.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka pekan ini dengan tekanan signifikan. Pada perdagangan Senin (9/3/2026), indeks utama di Bursa Efek Indonesia tersebut sempat merosot lebih dari 4 persen pada sesi awal perdagangan.
Informasi dihimpun, sejak pembukaan pasar, IHSG langsung bergerak di zona merah dan kehilangan ratusan poin dalam waktu singkat. Aktivitas transaksi di pasar reguler juga terpantau cukup tinggi. Nilai transaksi telah mencapai triliunan rupiah dengan miliaran saham berpindah tangan hanya dalam beberapa jam pertama perdagangan.
Kondisi ini melanjutkan tren pelemahan yang sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, IHSG tercatat berada di kisaran level 7.500-an setelah mengalami koreksi lebih dari satu persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Sentimen Global Menekan Pasar IHSG
Sejumlah analis menilai pelemahan pasar saham Indonesia tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian global. Salah satu faktor yang memicu volatilitas adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi pergerakan harga minyak dunia.
Situasi tersebut membuat pelaku pasar cenderung bersikap lebih hati-hati. Investor memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia.
Meski demikian, kenaikan harga minyak justru memberikan dorongan positif bagi sejumlah saham di sektor energi dan komoditas. Beberapa emiten energi tercatat masih mampu bertahan di tengah tekanan yang melanda mayoritas sektor lainnya.
Faktor Domestik Turut Membayangi IHSG
Selain faktor global, pasar juga dipengaruhi sejumlah sentimen dari dalam negeri yang memengaruhi kepercayaan investor. Salah satunya terkait perubahan pandangan terhadap prospek ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional.
Di samping itu, pergerakan nilai tukar rupiah serta dinamika pasar saham di kawasan Asia yang cenderung fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir turut memberikan tekanan tambahan bagi IHSG.
Pergerakan IHSG Diperkirakan Masih Fluktuatif
Walau mengalami koreksi cukup dalam, sejumlah analis menilai pergerakan IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam jangka pendek.
Investor diperkirakan akan terus mencermati berbagai sentimen global, termasuk arah kebijakan ekonomi negara-negara besar serta perkembangan harga komoditas dunia.
Dalam beberapa pekan ke depan, perhatian pelaku pasar juga akan tertuju pada aliran dana investor asing serta kondisi makroekonomi domestik yang dapat memengaruhi arah pasar saham Indonesia.
Di tengah kondisi tersebut, analis mengingatkan investor untuk tetap mencermati dinamika pasar secara cermat sambil menunggu munculnya katalis positif yang berpotensi mendorong pemulihan indeks.** (tds)










