Ekonomi

Optimalkan Lahan Pemda, Bupati Bogor Targetkan Kemandirian Pangan Lewat Pasar Petani Garuda

×

Optimalkan Lahan Pemda, Bupati Bogor Targetkan Kemandirian Pangan Lewat Pasar Petani Garuda

Sebarkan artikel ini
Optimalkan Lahan Pemda, Bupati Bogor Targetkan Kemandirian Pangan Lewat Pasar Petani Garuda
Bupati Bogor Rudy Susmanto. (Foto:Riyan/PenaKu.ID).

PenaKu.ID – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, resmi menginisiasi operasional Pasar Petani Garuda yang berlokasi di Jl. Tegar Beriman Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Meski pembangunan infrastruktur baru mencapai 50%, langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap para pelaku usaha pertanian di Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor: Optimalisasi Lahan Tidur dan Tertib Administrasi

Pasar yang dikelola oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) ini menjadi wadah bagi para petani untuk memasarkan produk unggulan mereka, mulai dari tanaman buah hingga tanaman hias.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menekankan, bahwa pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah ini bertujuan untuk kepentingan masyarakat luas. 

Guna menjaga ketertiban dan mencegah praktik jual-beli lapak liar, pemerintah memberlakukan biaya administrasi yang sangat terjangkau.

“Para petani di sini tidak gratis, mereka berbayar namun nilainya tidak mahal, hanya Rp100.000 per tahun. Ini sebagai pelengkap administrasi agar tidak terjadi jual-beli lapak kepada pihak lain dan semua pedagang terdata oleh pemerintah,” ujar Rudy Susmanto saat mengunjungi Pasar Tani Garuda, Jum’at (30/1/2026).

Saat ini, terdapat 71 lapak yang sudah mulai beroperasi dari total kapasitas rencana sebanyak 150 lapak.

Program 416 Desa Sentra Buah di Kabupaten Bogor 

Tak hanya pasar fisik, Rudy juga memaparkan visi besar untuk menjadikan Kabupaten Bogor sebagai lumbung pangan yang hijau. Pemerintah berencana mengoptimalkan kebijakan di 416 desa dan 19 kelurahan untuk membangun desa-desa sentra buah.

• Stimulus Pemerintah: Pemerintah daerah akan memberikan dukungan berupa stimulus dan mengadakan perlombaan antar desa.

• Target Utama: Mencapai ketahanan pangan di tingkat wilayah masing-masing desa.

• Kolaborasi Swasta: Rudy mencontohkan kolaborasi dengan pihak swasta seperti Eiger Adventure Land dalam revitalisasi hutan kota untuk meminimalisir dampak lingkungan seperti banjir di pemukiman sekitar.

Potensi Eduwisata dan Tanaman Langka

Menanggapi aspirasi warga, Rudy merencanakan kawasan ini sebagai destinasi eduwisata bagi para siswa sekolah. 

Di pasar ini, masyarakat dapat menemukan berbagai bibit tanaman langka dengan harga bervariasi, mulai dari Rp15.000 hingga tanaman koleksi bernilai jutaan rupiah.

“Saya tadi melihat ada Anggur Brasil, Mamey Sapote, hingga Black Sapote. Ini unik dan menjadi tantangan bagi petani kita untuk terus berinovasi. Jika bukan kita yang memberi dukungan, siapa lagi?” pungkasnya.

Kedepan, revitalisasi serupa juga akan menyasar pasar-pasar lain, termasuk rencana revitalisasi pasar ikan di wilayah Kecamatan Parung pada tahun ini.***