Religi

Momen Haru di Masjid Agung Sukabumi: WNA asal Belanda Masuk Islam Saat Peringatan Isra Mikraj

×

Momen Haru di Masjid Agung Sukabumi: WNA asal Belanda Masuk Islam Saat Peringatan Isra Mikraj

Sebarkan artikel ini
Momen Haru di Masjid Agung Sukabumi: WNA asal Belanda Masuk Islam Saat Peringatan Isra Mikraj
Foto Istimewa: WNA Asal Belanda bernama Roy Resmi Memeluk Agama Islam Setelah Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat di Mesjid Agung Kota Sukabumi, Rabu (21/1/2026).

PenaKu.ID – Peringatan Isra Mikraj di Masjid Agung Kota Sukabumi Jawa Barat berlangsung khidmat dan penuh haru pada Rabu (21/1/2026). Di hadapan ribuan jamaah, seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda bernama Roy resmi memeluk agama Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat.

Prosesi sakral tersebut dipandu langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi, Samsul Puad. Momen ini turut disaksikan oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, serta tokoh masyarakat setempat.

Suasana masjid berubah emosional saat pengumuman prosesi mualaf tersebut disampaikan. Takbir menggema di seisi ruangan, mengiringi keputusan besar pria yang telah menetap di Sukabumi selama setahun terakhir itu.

“Tak sedikit jamaah yang meneteskan air mata dan mengumandangkan takbir menyambut keputusan besar Mr. Roy,” kata Samsul Puad kepada wartawan usai acara.

Kehadiran Roy Menyedot Perhatian Warga Kota Sukabumi

Setelah resmi menjadi mualaf, pria tersebut memilih nama “Muhammad” untuk disematkan di depan nama aslinya sebagai simbol dimulainya perjalanan spiritual yang baru.

“Namanya ditambah Muhammad. Jadi, mulai sekarang jika bertemu bisa dipanggil Muhammad Roy,” tambah Samsul.

Kehadiran Muhammad Roy pun langsung menyedot perhatian warga. Seusai acara, para jamaah tampak antusias mendekat untuk memberikan ucapan selamat, bersalaman, hingga berfoto bersama sebagai bentuk persaudaraan sesama muslim.

Samsul berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan kebesaran Tuhan. 

“Alhamdulillah, peristiwa ini menambah kekhusyukan tabligh akbar hari ini. Ini bukti bahwa hidayah bisa datang kepada siapa saja tanpa mengenal latar belakang negara,” pungkasnya.**