Peristiwa

Misteri Penjagaan TNI di Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah: Ada Apa Sebenarnya?

×

Misteri Penjagaan TNI di Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah: Ada Apa Sebenarnya?

Sebarkan artikel ini
Misteri Penjagaan TNI di Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah: Ada Apa Sebenarnya?
Misteri Penjagaan TNI di Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah: Ada Apa Sebenarnya?/(Foto: Instagram/@kejaksaan.ri)

PenaKu.ID – Publik dibuat bertanya-tanya terkait sosok Febrie Adriansyah, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.

Nama pria kelahiran 19 Februari 1968 ini menyita perhatian setelah rumah pribadinya di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan, dijaga ketat oleh sejumlah personel TNI pada Rabu (8/7/2026) malam.

Penjagaan tersebut berlangsung bertepatan dengan upaya kepolisian menggeledah Kafe de’Clan Signature dan Poin Money Changer di Jakarta Selatan dalam rangkaian penyidikan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang menyatakan Febrie terlibat dalam perkara tersebut, pun belum ada penjelasan definitif mengenai alasan keterlibatan TNI dalam pengamanan kediaman seorang pejabat kejaksaan.

Karier dan Rekam Jejak Febrie Adriansyah

Febrie merupakan jaksa karier yang memulai pengabdiannya pada tahun 1996 di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Kerinci. Alumni Fakultas Hukum Universitas Jambi ini memiliki karier cemerlang dengan segudang pengalaman di bidang pidana khusus.

Sebelum menjabat sebagai Jampidsus pada Januari 2022, Febrie pernah memimpin Kejati DKI Jakarta pada tahun 2021 serta menjabat sebagai Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus.

Sepanjang kiprahnya, ia dikenal sebagai sosok yang menangani berbagai perkara korupsi skala raksasa.

Beberapa kasus besar yang pernah berada di bawah pengawasannya meliputi kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya, PT Asabri, hingga penyimpangan fasilitas kredit di PT Bank Tabungan Negara.

Febrie Adriansyah dalam Dinamika Hubungan Kejaksaan dan Polri

Fenomena pengamanan ini bukan satu-satunya insiden yang menyertai nama Febrie. Pada Mei 2024, ia sempat menjadi sorotan publik terkait peristiwa penguntitan oleh oknum anggota Densus 88 Antiteror Polri saat dirinya berada di sebuah restoran.

Kala itu, Febrie membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa masalah itu telah diselesaikan melalui jalur kelembagaan antara Kejaksaan Agung dan Polri.

Publik kini menanti transparansi lebih lanjut mengenai keterkaitan rangkaian peristiwa terkini dengan tanggung jawab hukum yang sedang dijalankan oleh Kejaksaan Agung.**