PenaKu.ID -Ketua Dewan Pimpinan Cabanag Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kota Sukabumi, Jawa Barat, Iwan Adhar Ridwan menyampaikan pesan refleksi mendalam dalam rangka menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kali ini, dalam pesannya, Iwan Adhar Ridwan menekankan bahwa semangat Natal harus menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan nasional dan membawa harapan baru bagi stabilitas politik Indonesia khususnya di Kota Sukabumi pada tahun mendatang.
Semangat Kedamaian Natal membuka pesannya, Abah Uwo sapaan akrab menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Kristiani yang merayakan Natal. Ketua DPC PDIP Kota Sukabumi memandang Natal bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan simbol lahirnya harapan dan kedamaian yang harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang perbedaan pilihan politik.
“Natal mengajarkan kita tentang kerendahan hati dan cinta kasih. Di tengah dinamika politik yang seringkali memanas, kita butuh ‘oase’ kedamaian seperti ini untuk mengingatkan bahwa di atas politik, ada kemanusiaan dan persatuan yang harus kita jaga bersama,” cetus Politisi Besutan Megawati Soekarnoputri kepada awak media, Jumat (26/12/2025).
Politikus asuhan Ribka Tjiptaning ini juga berharap besar dunia politik di tahun 2026, membawa optimisme tinggi terhadap wajah perpolitikan tanah air.
“Ya, saya berharap berharap agar tahun yang baru menjadi titik balik bagi para aktor politik untuk lebih mengedepankan politik gagasan dari pada politik identitas yang dapat memecah belah bangsa Indonesia,” ucapnya.
Ketua DPC PDIP Kota Sukabumi Beberkan 3 Poin Politik
Menurut Ketua DPC PDIP Kota Sukabumi, terdapat tiga poin utama bagi dunia perpolitikan ke depan di antaranya kedewasaan berdemokrasi dengan mengajak seluruh kader partai, sayap partai, relawan dan pimpinan politik untuk berkompetensi secara sehat dengan integritas tinggi.
“Kemudian stabiltas politik sebagai nasional sebagai fondasi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi rakyat dan juga semangat gotong royong lintas kubu, mengimbau agar perbedaan pendangaj politik tidak menghambat kolaborasi untuk kepentingan pembangunan nasional,” bebernya.
Selain itu lanjut Politikus kawakan menambahkan bahwa politik seharusnya menjadi sarana untuk mendatangkan kesejahteraan, bukan sumber kegaduhan. ia berharap di tahun 2026, bisa melihat wajah politik yang lebih sejuk, penuh narasi positif, dan fokus pada solusi nyata bagi persoalan rakyat.
“Menutup tahun dengan optimisme sebagai penutup, saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk meninggalkan egokelompok di tahun yang lama dan melangkah ke tahun 2026 dengan semangat gotong royong.
Abah Uwo juga meyakini bahwa dengan politik yang bersih dan damai, di Indonesia khususnya Kota Sukabumi akan lebih siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.” pungkasnya.**









