PenaKu.ID – Hidup seringkali tidak berjalan sesuai rencana. Ada kalanya kita dihadapkan pada situasi yang tidak menyenangkan, mulai dari kegagalan kecil hingga musibah besar.
Upaya terus-menerus untuk melawan kenyataan yang sudah terjadi hanya akan menimbulkan stres dan penderitaan emosional yang berlarut-larut. Kunci menuju ketenangan atau kedamaian sejati adalah belajar menerima keadaan dengan tenang, sebuah praktik yang berfokus pada apa yang bisa kita kontrol saat ini, alih-alih meratapi apa yang sudah lewat.
Mengapa Penerimaan Bukan Berarti Menyerah tapi untuk Kedamaian
Penerimaan sering disalahartikan sebagai kepasrahan atau menyerah tanpa perlawanan. Padahal, menerima keadaan adalah tindakan kekuatan, yang berarti mengakui kenyataan seperti apa adanya tanpa menghakimi atau mencoba mengubahnya secara instan.
Ini membebaskan energi mental yang sebelumnya digunakan untuk melawan. Dengan menerima, kita bisa mulai berpikir jernih tentang langkah-langkah konstruktif apa yang dapat kita ambil selanjutnya untuk memperbaiki situasi atau mencari solusi.
Strategi Praktis untuk Kedamaian
Untuk melatih penerimaan, mulailah dengan mengakui emosi yang Anda rasakan. Ucapkan pada diri sendiri, “Saya merasa marah/sedih, dan ini wajar.”
Setelah itu, alihkan fokus Anda pada hal-hal kecil yang masih berada dalam kendali Anda, seperti rutinitas harian atau cara Anda merespons orang lain.
Praktik meditasi dan journaling juga sangat membantu dalam proses ini, karena memungkinkan Anda untuk mengamati pikiran tanpa terhanyut olehnya. Menerima adalah fondasi untuk bergerak maju dengan damai.**












