Religi

Meneladani Ketawadhuan Rasulullah: Cahaya Kesederhanaan dalam Kehidupan

×

Meneladani Ketawadhuan Rasulullah: Cahaya Kesederhanaan dalam Kehidupan

Sebarkan artikel ini
Meneladani Ketawadhuan Rasulullah: Cahaya Kesederhanaan dalam Kehidupan
Meneladani Ketawadhuan Rasulullah: Cahaya Kesederhanaan dalam Kehidupan/(pixabay)

PenaKu.ID – Rasulullah SAW adalah puncak kemuliaan manusia, namun beliau justru dikenal karena sifat tawadhu atau rendah hati yang luar biasa. Ketawadhuan beliau bukanlah tanda kelemahan, melainkan refleksi dari kedalaman iman dan kesadaran bahwa segala kemuliaan hanyalah milik Allah SWT.

Dalam interaksi sehari-hari, beliau tidak pernah menonjolkan statusnya sebagai pemimpin besar maupun nabi akhir zaman.

Sikap Rendah Hati di Tengah Kemuliaan dalam Ketawadhuan Rasulullah

Beliau seringkali terlihat duduk bersama orang-orang miskin, makan bersama para pelayan, dan tidak segan membantu pekerjaan rumah tangga.

Rasulullah mengajarkan bahwa martabat seseorang tidak ditentukan oleh harta atau jabatan, melainkan oleh ketaqwaannya.

Beliau selalu menyapa lebih dulu dan mendengarkan keluhan setiap individu dengan penuh perhatian tanpa memandang status sosial mereka.

Menghapus Sekat Sosial dengan Kasih Sayang Menjadi Ketawadhuan Rasulullah

Ketawadhuan Nabi juga terlihat saat beliau menolak untuk diperlakukan secara berlebihan oleh para sahabat. Beliau ingin dianggap sebagai hamba Allah yang setara dalam kemanusiaan.

Dengan bersikap rendah hati, beliau berhasil menyatukan berbagai lapisan masyarakat dan menyebarkan risalah Islam dengan kelembutan hati yang memikat jiwa setiap orang yang ditemuinya.**