PenaKu.ID – Infrastruktur di wilayah perbatasan di Wilayah Bogor Barat kian memprihatinkan, salah satu Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi lll mendapatkan aspirasi langsung dari kepala desa di Kecamatan Parung panjang.
Hal tersebut langsung disampaikan Anggota Legislatif Kabupaten Bogor Fraksi PKB, Nurodin Jaro Peloy, dalam agenda zoom meeting bersama beberapa Dinas Kabupaten Bogor.
Aspirasi tersebut mencakup normalisasi irigasi, pembangunan jembatan, hingga perbaikan jalan kabupaten yang kondisinya rusak berat.
Tiga Point Tuntutan Warga Perbaikan Jalan Raya Jagabita – Cibunar
Kepala Desa Jagabita, Acep Humaedi, menegaskan bahwa kondisi infrastruktur di wilayahnya sudah mencapai tahap darurat dan terdapat tiga poin utama yang menjadi tuntutan warga
Diantaranya normalisasi Kali Manceri sepanjang 10 km, pembangunan jembatan di Kp. Pabuaran, serta perbaikan Jalan Raya Jagabita – Cibunar yang kini penuh lubang dan membahayakan nyawa pengguna jalan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin, atau yang akrab disapa Jaro Peloy, menyatakan dukungan penuhnya terhadap usulan masyarakat Jagabita.
Tanggapan Nurodin Jaro Peloy Komisi lll DPRD Kabupaten Bogor
Menurutnya, aksesibilitas di Parung Panjang, khususnya Desa Jagabita, tidak boleh dianaktirikan karena merupakan urat nadi ekonomi masyarakat.
“Kami di Komisi III telah menerima aspirasi dari Desa Jagabita. Kondisi jalan yang rusak berat dan irigasi yang dangkal ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Ini menyangkut keselamatan warga dan keberlangsungan lahan pertanian sebagai sumber ketahanan pangan kita,” ujar Jaro Peloy saat dimintai keterangan.
Lebih lanjut, Jaro Peloy menekankan bahwa pembangunan jembatan di Kp. Pabuaran sepanjang 25 meter menjadi krusial untuk menghubungkan konektivitas wilayah yang selama ini terhambat.
Mendesak Dinas Terkait Tuk Tinjau Lokasi Jalan Jagabita – Cibunar
Ia berjanji akan mengawal usulan ini agar masuk dalam skala prioritas Bappedalitbang maupun melalui skema aspirasi dewan.
“Jalan Jagabita – Cibunar itu statusnya jalan kabupaten, jadi tanggung jawab penuh ada di Pemkab. Saya akan mendesak Dinas terkait agar segera melakukan peninjauan lapangan dan pengalokasian anggaran. Rakyat jangan hanya disuguhi janji, tapi butuh realisasi fisik yang nyata di lapangan,” tegas politisi yang dikenal vokal memperjuangkan pembangunan di wilayah Bogor Barat ini.
Kondisi jalan yang ada saat ini memang sangat memprihatinkan. Terlebih saat musim hujan, lubang-lubang besar seringkali tertutup air sehingga menjadi jebakan bagi pengendara motor.
Di sisi lain, pendangkalan Kali Manceri sering menyebabkan luapan air yang merendam sawah warga, mengancam mata pencaharian petani setempat.
Pemerintah Desa Jagabita berharap dengan dukungan dari Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, usulan yang telah disampaikan pada 16 April 2026 ini dapat segera ditindaklanjuti demi meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan warga desa.***









