Olahraga

Matheus Blade, Bek Brasil yang Perkuat Arema FC

×

Matheus Blade, Bek Brasil yang Perkuat Arema FC

Sebarkan artikel ini
Matheus Blade, Bek Brasil yang Perkuat Arema FC
Matheus Blade, Bek Brasil yang Perkuat Arema FC. (instagram @aremafcofficila)

PenaKu.ID – Arema FC kembali melakukan gebrakan di bursa transfer dengan menghadirkan amunisi asing untuk memperkokoh lini belakang. Tim berjuluk Singo Edan itu resmi merekrut Matheus da Conceição Nascimento, atau yang lebih dikenal dengan nama Matheus Blade, bek asal Brasil bertinggi badan 1,88 meter.

Informasi dihimpun, pemain berusia 30 tahun kelahiran Cabo Frio, Rio de Janeiro ini dikenal sebagai sosok tangguh dengan fleksibilitas bermain. Tak hanya piawai menjaga jantung pertahanan, Matheus Blade juga mampu ditempatkan sebagai gelandang bertahan maupun bek kanan, menyesuaikan kebutuhan tim.

Jejak Karier Panjang Matheus Blade di Negeri Samba

Blade mengawali perjalanan profesionalnya bersama Cabofriense, lalu sempat dipinjamkan ke Madureira dan Olaria. Namanya mulai mencuat saat berseragam Barretos dan Francana, sebelum akhirnya menjadi pilar penting di Esporte Clube Noroeste (Norusca). Konsistensinya di klub tersebut membuatnya cukup diperhitungkan di ajang regional Brasil.

Kariernya terus berlanjut dengan status pinjaman ke sejumlah klub, antara lain Maringá (2023), ABC (2024), hingga Confiança (2025). Menurut laporan Globo Esporte (28/5/2025), Confiança sempat melepas Blade pada paruh musim. Setelah itu, ia sempat tercatat memperkuat Amazonas sebelum akhirnya menerima pinangan Arema FC.

Matheus Blade Siap Hadapi Liga Indonesia

Berdasarkan data dari Transfermarkt dan FotMob, Blade sudah terdaftar sebagai bagian dari skuad Arema FC untuk musim 2025/2026. Ia bahkan tercatat menjalani beberapa laga awal bersama tim Malang.

Manajemen Arema berharap kehadiran Blade mampu memperkokoh pertahanan yang musim lalu kerap menjadi sorotan. Dengan pengalaman panjang di kompetisi Brasil serta keunggulan duel udara, pemain bertinggi hampir dua meter ini diyakini akan menjadi “tembok baja” baru di lini belakang Singo Edan.**