Majelis Talim Bersama Ke 81 Gelar Doa Bersama Untuk Alm Mbah Moen

Sumedang, LabakiNews.id –

Kamis, (08/08/2019), telah dilaksanakan Tabligh Akbar dan pengajian rutin MTB ke 81 dalam rangka doa bersama serta Tahlil Akbar wafatnya Ulama Besar Indonesia KH. Maemun Zubair, bertempat di Masjid Agung Sumedang Jl. Prabu Geusan Ulun Kelurahan Regol Wetan Kecamatan Sumedang Selatang Kabupaten Sumedang pada pukul 20.00 WIB – 23.00 WIB.

Diinformasikan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., bahwa acara pendahuluan dimulai dengan Shalawat Nabi Muhammad S.A.W bersama Grup Hadroh Al-Madad, Tawasul dilanjutkan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dan Surat Yasin.

Pelaksanaan kegiatan Tabligh Akbar tersebut dipimpin oleh Abuya KH. M Muhyiddin Abdul Qodir Al Manafi, MA yang disiarakan secara langsung dari Makkah Al Mukarromah.

Kemudian dilaksanakan Tausiyah yang disampaikan oleh Syaikh Imanuddin Najib (Alumni Al Azhar Mesir, Sirojul Munir, Majalengka) dan Mualim Muhamad Idris Asyssyafii (Pengajar Pesantren Internasional Terpadu Assyifa Walmahmudiyah, Pamulihan Sumedang)

Perlu diketahui yang Mulia Hadrotus Syeikh K.H Maemun Zuber adalah seorang ulama besar Indonesia yang wafat di Makkah Al-Mukarromah pada hari Selasa, 06/08/2019 / 5 Dzulhijjah 1440 H, berdasarkan salah satu riwayat yang beredar dimedia sosial, salah satu jalur keturunannya adalah dari Sultan Abdullah Sumedang (Pengeran Suriadiwangsa Rangga Gempol 1) yang merupakan suami dari Ratu Widari binti Sunan Gunung Jati.

Menurut Kabid Humas Polda Jabar, kegiatan Majlis Ta’lim Bersatu ini merupakan kegiatan rutin setiap bulan yang dilaksanakan setiap minggunya, dan pada kegiatan ini adalah kegiatan ke 81 dalam rangka Tahlil Akbar atas wafatnya Ulama Besar Indonesia KH. Maemun Zubair.

Pada kesempatan tersebut Kasat Binmas Polres Sumedang Polda Jabar mewakili Kapolres Sumedang Polda Jabar menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumedang yang telah mendukung tugas-tugas kepolisian dalam Harkamtibmas serta mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya atas wafatnya KH. Maemun Zubair.

Masyarakat Indonesia khususnya yang berada di Sumedang, serta seluruh aparatur Pemerintah merasa sangat kehilangan.

( tds/nrl )

Leave a Reply

Your email address will not be published.