PenaKu.ID – Program Community Service Learning (CSL) hasil kolaborasi Telkom University, Indonesia, dan Universiti Teknologi PETRONAS, Malaysia, menghadirkan inovasi Lampu Luar Ruangan Surya Pintar yang dilengkapi sensor PIR dan fitur timer. Lampu Surya Cerdas ini dikembangkan untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Lampu Surya Cerdas tersebut menjadi salah satu dari sembilan produk pengabdian kepada masyarakat yang dihasilkan sembilan tim CSL dalam kegiatan bertema “Digital Innovation on Renewable Energy and Sustainable Community Development”. Program ini dilaksanakan pada 17–24 Desember 2025 dan difokuskan pada pengembangan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pedesaan.
Lampu Surya Cerdas memanfaatkan energi matahari sebagai sumber daya utama, sehingga dapat beroperasi tanpa ketergantungan pada jaringan listrik konvensional. Teknologi sensor Passive Infrared (PIR) memungkinkan lampu mendeteksi pergerakan manusia dan menyesuaikan tingkat pencahayaan secara otomatis. Selain itu, keberadaan fitur timer membantu pengaturan waktu operasional agar penggunaan energi menjadi lebih efisien.
“Lampu luar ruangan surya pintar ini dirancang untuk bekerja optimal dengan memanfaatkan energi matahari. Sensor PIR dan timer membuat penggunaannya lebih hemat energi sekaligus responsif terhadap aktivitas di sekitarnya,” ujar Faisal Budiman, Selasa (13/1/26).
Lampu Surya Cerdas Bagian dari Edukasi
Dari sisi keberlanjutan, inovasi Lampu Surya Cerdas ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penerangan, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya energi terbarukan dan efisiensi energi. Pemanfaatannya diharapkan dapat menekan biaya listrik, mengurangi emisi karbon, serta meningkatkan rasa aman pada malam hari, khususnya di kawasan permukiman dan fasilitas umum desa.
Proses pengembangan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat setempat. Mahasiswa bersama dosen pendamping menggandeng warga desa sejak tahap perancangan, pemasangan, hingga pelatihan perawatan perangkat. Pendekatan ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu mengelola dan memelihara teknologi secara mandiri.
Program CSL ini dirancang dengan orientasi keberlanjutan jangka panjang. Pelatihan dan pendampingan tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi juga menyasar penguatan kapasitas kelembagaan lokal. Dengan dukungan pemerintah desa dan kelompok masyarakat, pemanfaatan teknologi energi terbarukan diharapkan dapat terus berlanjut setelah program berakhir.
Kolaborasi internasional antara Telkom University dan Universiti Teknologi PETRONAS turut memperkaya proses inovasi dengan perspektif global. Sinergi ini memperkuat kualitas produk agar relevan dengan kebutuhan komunitas, mudah diadopsi, serta berkelanjutan dalam jangka panjang.
Melalui pengembangan Lampu Luar Ruangan Surya Pintar dengan Sensor PIR dan Timer, program CSL menunjukkan bahwa inovasi teknologi digital dan energi terbarukan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa. Inisiatif ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam penyediaan energi bersih dan terjangkau serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.**












