Kopi Ini Bikin Menangis, Kopi Nenek Suryati di jl. Braga Kota Bandung

Pemerhati sosial, hj. Tuti bersama nenek suryati

Oleh: Hj. Tuti

PenaKu.ID – Pagi-pagi jalan sendiri ke jalan Braga kota Bandung, niatnya mau ngopi di coffeeshop depan salah satu hotel.

Nggk tau kenapa mata malah tertarik ke nenek-nenek yang jualan kopi sachet lagi duduk di kursi taman depan coffeeshop, nenek itu lagi ngasih minum kucing liar yang kehausan.

Saya duduk dikursi panjang samping nenek, “pengen ngopi nek, kopi item aja ya nek”. Agak sedikit kaget si nenek, lalu ngucap “Alhamdulillah…sebentar ya neng,” jawab nenek.

Sambil ngopi, saya ajak ngobrol si nenek,
ternyata si nenek bilang sudah lumayan lama jualan di jalan braga ini.

“Hidup sendiri, ga ada suami,” terang nenek.

Sejak sebelum lokdon corona penghasilannya udh menurun banget, sampai-sampai tidak bisa bayar uang sewa rumah petakan sederhana yang selama ini jadi tempatnya berteduh dan istirahat.


Si Nenek Mencoba tinggal di rumah anak semata wayangnya


Akhirnya si nenek terpaksa ngungsi kerumah anak laki-laki satu-satunya yang sejak kecil dirawat dengan penuh kasih sayang sampe si anak bisa mandiri, kerja berpenghasilan, punya rumah walau kecil dan berkeluarga.

Tapi sayang anak laki-laki harapan hidup satu-satunya itu ternyata beristrikan wanita yang berakhlak buruk, nggk mau ibu mertuanya ini tinggal satu rumah.

menantunya ini malah ngusir si nenek, dan ngancem suaminya mau pilih istri dan anaknya atau si nenek, ibu mertuanya yang tinggal dirumah itu. Si nenek di usir, dibentak-bentak, diteriakin kata-kata kasar. Astagfirullah

Anak laki-laki yangg jadi harapan hidup terakhirnya ini pun ga berkutik dihadapan istrinya. Hanya duduk terdiam saat ibu kandung yang merawat dari kecil penuh kasih sayang ini pergi keluar rumah dalam keadaan luka dan terhina. Anak laki-laki yang lemah iman dan ga punya khowwam ini takut sama ancaman istrinya. Na’udzubillah.

Nenek suryati (67 tahun) penjual kopi di jalan Braga pun hidup dijalanan, belum punya tempat tinggal dengan kondisi sakit kaki karna urat kejepit faktor usia, berjuang menyambung hidup dengan jualan kopi seduh hanya sekedar untuk bisa makan dan bisa tidur di sela-sela emperan toko sekitar dalam keadaan kenyang.

Spechless saya, ternyata kopi yg saya minum ini adalah kopi pertama yg nenek buat sejak subuh sampe jam 10 siang.

Ya Allah.. nangis saya dalam hati. Hanya bisa membantu sedikit buat nenek, dan berdoa semoga nenek sehat selalu ya nek, dimudahkan rezekinya dan semoga bisa segera punya tempat tinggal yang lebih layak.. Aamiin

Jangan tinggal sholat ya nek, walaupum sering diusir satpam saat mau sholat, terus cari cara supaya bisa sholat tepat waktu ya nek, insya Allah pertolongan Allah akan datang.

Saya pamit ke nenek suryati, dengan rasa campur aduk. Sampe hotel, saya langsung peluk anak-anak yang baru pada selesai berenang.

Saya bisikan ke mereka. Kelak nyari istri jangan cuma lihat tampilan fisik ya nak. Cari istri harus yg benar-benar faham agama, mengerti dan menjalankan hidup sesuai dengan yang islam ajarkan didalam Al qur’an dan Rasulullah Salallahu Allaihi Wassalam.

Bantu doa ya Semua..

Semoga banyak yang ketemu nenek Suryati di jl. Braga dan ada yang mengulurkan bantuan buat nenek atau sekedar nyobain kopi yang bisa bikin nangis bikinan nenek Suryati.

Banyak nenek suryati lain disaat kondisi seperti gini. Semoga kita semua Allah berikan rezeki berlebih dan jadi wasillah rezeki buat mereka yg membutuhkan, seperti nenek ini…

Akhir kata penulis ingin menyampaikan pantaskah bila si nenek Suryati mendapatkan bantuan sosial seperti program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) atau Program Keluarga Harapan (PKH) ?

Lantas jika pantas mendapatkan bantuan tersebut, kenapa aparat setempat luput melihat dan mendata nenek Suryati ?

One thought on “Kopi Ini Bikin Menangis, Kopi Nenek Suryati di jl. Braga Kota Bandung

  • July 31, 2020 at 11:27 pm
    Permalink

    I’m gone to convey my little brother, that he should also
    pay a quick visit this web site on regular basis to
    get updated from latest news.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.