PenaKu.ID – Lembaga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikole Cisarua 2 Kota Sukabumi Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pangan pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Seluruh menu disiapkan dengan standar kebersihan dan gizi yang ketat guna memastikan keamanan serta manfaat maksimal bagi para pelajar.
Mitra SPPG Cikole Cisarua 2 Kota Sukabumi, Tia Rahma Yuanita, mengungkapkan bahwa menu MBG hari ini menghadirkan variasi unik berupa kimbab isi sayur sebagai sajian utama. Menu tersebut dipadukan dengan ayam crispy saus mayo, tahu pong, selada timun, serta buah jeruk sunkist.
“Pemilihan menu dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi, variasi rasa, dan daya tarik agar siswa antusias mengonsumsi makanan sehat,” kata Tia kepada PenaKu.ID, Kamis (29/1/2026).
SPPG Cikole Cisarua 2 Kota Sukabumi Olah Bahan Segar
Tia menambahkan, SPPG Cikole Cisarua 2 Kota Sukabumi menjamin setiap bahan baku yang digunakan dalam kondisi segar dan layak konsumsi. Proses pengolahan dilakukan sesuai standar keamanan pangan, mulai dari tahap persiapan, pemasakan, hingga pengemasan dalam wadah (ompreng) yang higienis.
Pada pendistribusian kali ini, SPPG Cikole Cisarua 2 menyalurkan ribuan paket makanan ke dua sekolah. SMPN 1 menerima sebanyak 1.550 paket, sementara SMAN 4 mendapatkan 1.474 paket. Pengiriman dilakukan tepat waktu guna menjaga kualitas dan kesegaran makanan saat tiba di tangan siswa.
Dilihat dari aspek nutrisi, menu MBG hari ini dirancang khusus untuk menunjang aktivitas belajar dengan rincian kandungan sebagai berikut:
– Energi: 572 kkal
– Protein: 17 gram
– Lemak: 24 gram
– Karbohidrat: 94 gram
“Kualitas makanan menjadi prioritas utama kami. Pengawasan dilakukan secara berlapis untuk memastikan menu yang diterima siswa tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga sehat dan aman,” tegas Tia.
Melalui komitmen terhadap kualitas ini, SPPG Cikole Cisarua 2 berharap Program MBG dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan perkembangan generasi muda. Upaya menjaga mutu makanan ini dipandang sebagai langkah krusial dalam mencetak generasi yang sehat, aktif, dan siap belajar.**












