PenaKu.ID – Tatkala Malaikat Israfil meniupkan Sangkakala (terompet agung), alam semesta akan memasuki babak akhir yang penuh kegoncangan. Tiupan pertama bukanlah pertanda biasa, melainkan dentuman yang merobek langit dan bumi, memicu kehancuran total atas segala yang telah diciptakan.
Dalam ajaran Islam, peristiwa ini digambarkan sebagai momen paling menakutkan, di mana hukum-hukum fisika seolah dilenyapkan. Gunung-gunung akan berterbangan seperti bulu, lautan akan meluap dan mendidih, dan bintang-bintang akan runtuh dari orbitnya.
Dahsyatnya Perubahan Wujud Alam saat Kiamat
Manusia yang menyaksikan momen ini akan berada dalam kepanikan yang luar biasa, seakan kehilangan akal sehat. Tiupan sangkakala ini menandai dimulainya Hari Kiamat, hari di mana setiap jiwa akan menghadapi hasil perbuatannya.
Kehidupan duniawi yang fana akan berakhir, dan seluruh makhluk akan dimatikan, kecuali yang dikehendaki Allah.
Kebangkitan Setelah Tiupan Kedua Sangkakala saat Mendekati Kiamat
Setelah periode kehampaan, Sangkakala akan ditiupkan untuk kedua kalinya. Tiupan kedua ini merupakan sinyal kebangkitan (Ba’ats), di mana seluruh makhluk dari Adam hingga manusia terakhir akan dibangkitkan dari kubur mereka untuk menuju Padang Mahsyar.
Peristiwa gonjang-ganjing ini menjadi pengingat abadi akan kekuasaan Tuhan dan kerapuhan eksistensi manusia.**












