Sosial

Ketika Ambisi Membutakan: Sisi Kelam Dunia Kerja yang Menjauhkan Diri dari Tuhan

×

Ketika Ambisi Membutakan: Sisi Kelam Dunia Kerja yang Menjauhkan Diri dari Tuhan

Sebarkan artikel ini
Ketika Ambisi Membutakan: Sisi Kelam Dunia Kerja yang Menjauhkan Diri dari Tuhan
Ketika Ambisi Membutakan: Sisi Kelam Dunia Kerja yang Menjauhkan Diri dari Tuhan/(pixabay)

PenaKu.ID – Dunia kerja modern sering kali menjadi arena perlombaan yang tidak ada habisnya. Tekanan untuk mencapai target, mengejar karier, hingga tuntutan gaya hidup membuat banyak orang terjebak dalam rutinitas yang melelahkan.

Tanpa disadari, kesibukan ini perlahan mengikis sisi spiritualitas seseorang. Waktu yang seharusnya digunakan untuk bersujud dan berkomunikasi dengan Sang Pencipta justru habis di depan layar komputer atau dalam ruang rapat yang dingin.

Jebakan Produktivitas yang Mematikan Spiritual dalam Dunia Kerja

Banyak pekerja merasa bahwa bekerja keras adalah bentuk ibadah, namun mereka sering melupakan esensi ibadah yang sebenarnya. Ketika azan berkumandang atau waktu doa tiba, pekerjaan sering kali dijadikan alasan untuk menunda.

Budaya “hustle culture” menciptakan pemikiran bahwa setiap detik harus menghasilkan uang. Akibatnya, hati menjadi keras, jiwa merasa hampa, dan manusia mulai merasa bahwa keberhasilannya adalah murni hasil usahanya sendiri tanpa campur tangan Tuhan.

Mengembalikan Keseimbangan Hidup dan Iman dalam Dunia Kerja

Menjaga hubungan dengan Tuhan di tengah hiruk pikuk pekerjaan bukanlah hal yang mustahil. Penting bagi setiap individu untuk menetapkan batasan yang tegas antara profesionalisme dan kewajiban agama.

Meluangkan waktu sejenak untuk berzikir atau berdoa di sela kesibukan dapat menjadi oase bagi jiwa yang kering. Ingatlah bahwa rezeki sudah diatur, dan bekerja hanyalah salah satu cara menjemputnya tanpa harus mengorbankan iman.**