PenaKu.ID – Situasi di Timur Tengah kembali memanas seiring dengan meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat di dekat perairan Iran.
Teheran secara tegas menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembelaan negara jika terjadi agresi militer, meskipun jalur diplomasi masih diupayakan.
Iran Siap Siaga usai Pengerahan Armada Kapal Induk AS
Laporan menyebutkan bahwa sekitar 10 kapal perang AS, termasuk USS Abraham Lincoln, telah berada di posisi strategis. Kehadiran armada ini dianggap sebagai sinyal tekanan kuat dari pemerintahan Donald Trump.
Kondisi ini mengingatkan pada ketegangan masa lalu yang hampir memicu konflik terbuka di kawasan tersebut.
Penguatan Pertahanan Udara dengan Drone
Menanggapi ancaman tersebut, militer Teheran mengumumkan penambahan 1.000 drone baru ke dalam arsenal mereka.
Drone ini mencakup unit pengintai hingga drone bunuh diri yang mampu menyerang target bergerak di darat maupun laut. Pejabat Teheran menekankan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah pertahanan mutlak, bukan negosiasi.**









