PenaKu.ID – Dalam hidup, kita sering kali bertemu dengan orang-orang tulus, ikhlas atau yang memberikan segalanya tanpa mengharapkan imbalan.
Namun, karena terlalu terbiasa dengan kehadiran mereka, banyak yang justru menyia-nyiakan keikhlasan tersebut.
Ketika kesabaran mereka habis dan mereka memutuskan untuk pergi, kemungkinan besar mereka tidak akan pernah menoleh ke belakang lagi.
Batas Kesabaran Orang yang Tulus
Orang yang rela atau ikhlas biasanya memiliki cadangan kesabaran yang sangat luas. Mereka akan mencoba mengerti dan memaafkan meski berkali-kali dikecewakan. Namun, setiap kesabaran memiliki titik jenuh.
Ketika mereka merasa keberadaannya tidak lagi dihargai dan ketulusannya dianggap sebagai kelemahan, mereka akan memilih untuk pergi dengan tenang tanpa banyak drama.
Penyesalan yang Datang Terlambat saat Perginya Orang Tulus
Kehilangan orang yang ikhlas sering kali baru disadari dampaknya setelah mereka benar-benar hilang dari jangkauan.
Mencari pengganti yang memiliki tingkat keikhlasan yang sama adalah hal yang sangat sulit.
Penyesalan biasanya menyertai mereka yang meninggalkan, namun bagi si pemberi kerelaan, keputusan untuk pergi adalah bentuk perlindungan diri agar tidak lagi disakiti oleh orang yang tidak tahu cara menghargai.**











