Ragam

Kabupaten Bogor Jadi Pemain Judol Tertinggi di Indonesia Berjumlah 103.092 Pemain, Begini Kata Rudy Susmanto!!

×

Kabupaten Bogor Jadi Pemain Judol Tertinggi di Indonesia Berjumlah 103.092 Pemain, Begini Kata Rudy Susmanto!!

Sebarkan artikel ini
Kabupaten Bogor Jadi Pemain Judol Tertinggi di Indonesia Berjumlah 103.092 Pemain, Begini Kata Rudy Susmanto!!
Gambar: Ilustrasi. (Riyan/PenaKu.ID).

PenaKu.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor merespons cepat rilis data resmi dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang diunggah melalui akun Instagram resmi @ppatk_indonesia. 

Data tersebut menempatkan Kabupaten Bogor di peringkat pertama nasional dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Indonesia.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), kawasan Jabodetabek kini berstatus Zona Merah Judol Nasional. 

Kabupaten Bogor Peringkat Tertinggi Judi Online (Judol), Rudy Susmanto Akan Pastikan Dahulu

Kabupaten Bogor menduduki posisi teratas dari Top 4 wilayah dengan akumulasi 103.092 pemain dan total nilai transaksi deposit mencapai Rp414,4 Miliar. Angka ini berada di atas wilayah urban lain seperti Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kota Bandung.

“Saya pastikan dulu, saya belum dapat data validnya (secara administratif). Nanti saya coba cari informasinya. Setelah kami dapat informasi yang utuh, kami akan sampaikan,” ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kamis (2/7/2026).

Meski rincian data tersebut masih dalam proses penelusuran oleh tim teknis daerah, Bupati Bogor menegaskan bahwa terlepas dari urutan angka statistik, judi online maupun peredaran narkotika adalah ancaman nyata yang harus diperangi secara totalitas.

“Tapi prinsipnya adalah yang namanya judi online, peredaran narkoba, itu menjadi perang kita bersama. Kita harus melindungi generasi-generasi penerus kita yang ada di Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Satgas Khusus Bergerak, Instruksi ke Camat Dipertajam

Menanggapi fakta besarnya angka paparan judi online di masyarakat, Rudy Susmanto  memastikan roda pengawasan di tingkat wilayah terus berjalan.

Instruksi tegas, baik secara lisan maupun tertulis, telah dilayangkan kepada seluruh camat se-Kabupaten Bogor untuk secara masif melakukan sosialisasi bahaya judol serta peredaran obat-obatan keras jenis Tramadol.

Langkah preventif ini diperkuat dengan pengaktifan Satuan Tugas (Satgas) khusus yang dibentuk sejak beberapa waktu lalu dan masih konsisten beroperasional hingga saat ini.

“Bahkan kita pun membentuk satgas tim tersendiri pada saat itu dan sampai sekarang pun masih bergulir, masih berjalan. Bahkan tadi pun kita sudah mendapat jadwal rutin, salah satunya menggelar pemeriksaan tes narkoba di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor,” urainya.

Sinergi Super Tim Instansi Vertikal Bogor Hingga Operasi Bersih: Judol dan Miras

Keberhasilan dalam membendung penyakit masyarakat berskala masif ini diakui tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah daerah. Pemkab Bogor memberikan apresiasi tertinggi atas kolaborasi luar biasa dari jajaran instansi vertikal yang dinilai sangat solid dalam menjaga kondusivitas keamanan.

Sinergitas yang berjalan intensif ini melibatkan Polres Bogor, Kodim Bogor, Korem Bogor, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor, hingga Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang sangat luar biasa dari seluruh instansi vertikal yang ada di Kabupaten Bogor, sinergitas kolaborasinya berjalan sangat baik,” ungkap Bupati Bogor.

Rudy Susmanto Berkomitmen tidak hanya mandek pada persoalan judi online dan narkoba semata. Peredaran minuman keras (miras) serta penegakan Peraturan Daerah (Perda) terkait tata ruang kini diintegrasikan ke dalam satu rangkaian operasi sapu bersih.***