oleh

Kabid Humas Polda Jabar: Penemuan Mayat Laki-laki Di Leuwi Karayunan Diduga Terjatuh

PenaKu.ID – Rabu (22/1/2020) di Hutan Leuwi Karayunan Blok Ciandeu Desa Sidamukti Kec. Majalengka Kab. Majalengka telah di temukan seorang mayat berjenis kelamin laki-laki. Mayat laki-laki tersebut diketahui atas nama Sdr. TIO, 87 thn, alamat Blok Buahlega RT. 002 RW 002 Desa Sidamukti Kec. Majalengka Kab. Majalengka.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Drs. S. Erlangga menginformasikan bahwa kronologis kejadian pada hari Rabu tanggal 22 Januari 2020 sekitar pukul 07.00 Wib saksi KEDUT sedang mencari ranting kayu bakar sekitar TKP dan mencium bau menyengat, lalu saksi mencari sumber bau tersebut dan menemukan sesosok mayat tersangkut diranting pohon areuy. Selanjutnya saksi melaporkan hal tersebut ke perangkat Desa Sidamukti dan ditindak lanjuti ke pihak kepolisian.

Dengan adanya kejadian tersebut Polsek Majalengka Kota Polres Majalengka Polda Jabar, melakukan olah TKP bersama dengan Inavis Polres Majalengga Polda Jabar beserta Tim Medis dari Puskesmas Munjul, dibantu oleh Koramil Majalengka, BPDD Kab. Majalengka dan Pol PP Kec. Majalengka.

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis dari pihak Puskesmas Munjul yang dipimpin oleh dr. DIAN dan keterangan saksi, diperoleh hasil bahwa korban diperkirakan sudah meninggal sekitar 7 hari yang lalu, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.

Diperkirakan korban meninggal dunia akibat terjatuh dari tebing, dan korban tersesat di hutan tersebut, karena berdasarkan keterangan keluarga korban bahwa korban sudah pikun dan pergi dari rumah sejak hari Rabu tanggal 15 Januari 2020.
Diduga korban terjatuh dari tebing dalam kondisi lemas dan tidak tertolong.

Saksi-saksi atas kejadian tersebut, yaitu KEDUT, 50 tahun, tani, alamat Blok Ciandeu Rt 002 Rw 013 Desa Sidamukti Kec. Majalengka, Kab. Majalengka serta Sdr. TATANG, 40 tahun, perangkat desa, Alamat Blok Ciandeu Rt. 001 Rw. 014 Sidamukti Kec. Majalengka Kab. Majalengka.

Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban menerima sebagai musibah atau takdir dan menolak dilakukan otopsi, selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

( Hms/dj )

Komentar

News Feed