PenaKu.ID – Apakah Anda merasa selalu menjadi pihak yang harus mengalah atau disalahkan dalam setiap situasi? Siklus ini, meskipun terlihat seperti upaya menjaga kedamaian, perlahan bisa mengikis kesehatan mental dan emosional Anda.
Manusia memiliki batas ketahanan. Terus-menerus menanggung beban kesalahan orang lain dan mengorbankan perasaan sendiri adalah resep menuju kelelahan yang mendalam. Penting untuk menyadari bahwa kepuasan dan kebutuhan diri juga sama pentingnya.
Tanda-tanda Kelelahan Emosional, Maka Sesekali Berhenti Mengalah
Ketika Anda terlalu sering mengalah, tubuh dan pikiran akan menunjukkan sinyal. Rasa cemas, mudah tersinggung, bahkan gejala fisik seperti sakit kepala atau sulit tidur bisa menjadi tanda.
Ini adalah bentuk protes batin Anda karena terlalu lama menekan emosi. Kelelahan ini bukan hanya kelelahan fisik, melainkan kelelahan jiwa yang menuntut Anda untuk menarik garis batas yang jelas.
Menetapkan Batasan dan Berhenti Mengalah
Belajar menetapkan batasan adalah langkah krusial. Mengatakan “tidak” pada hal yang merugikan diri Anda bukanlah tindakan egois, melainkan bentuk pertahanan diri yang sehat.
Komunikasi yang jujur tentang perasaan Anda, tanpa harus menyerang, akan membantu orang lain memahami di mana posisi Anda. Ingat, menjaga diri sendiri adalah prasyarat untuk dapat menjaga hubungan dengan baik.**











