PenaKu.ID – Kondisi Jalan Nasional Lingkar Selatan di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menuai keluhan dari para pengguna jalan. Kerusakan jalan nasional tersebut berupa lubang dan permukaan jalan yang bergelombang dinilai membahayakan keselamatan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Jalan nasional tersebut merupakan akses utama penghubung Bandung–Sukabumi dan sebaliknya. Aktivitas kendaraan yang padat setiap hari membuat risiko kecelakaan semakin tinggi akibat kondisi jalan yang tidak layak.
Ujang Sutisna, sopir angkutan air, mengungkapkan kerusakan jalan telah berlangsung selama sekitar lima hingga enam bulan tanpa adanya perbaikan signifikan.
“Jalan berlubang dan bergelombang ini sangat membahayakan pengguna jalan. Sudah sering terjadi kecelakaan, terutama pengendara motor. Kendaraan saya juga jadi cepat rusak,” kata Ujang, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, kerusakan terlihat jelas dari banyaknya retakan serta lubang berukuran besar di sejumlah titik. Bahkan, hanya sebagian kecil ruas jalan yang masih bisa dilalui dengan aman.
Ujang menambahkan, komponen kendaraan seperti velg dan baut roda menjadi bagian yang paling sering mengalami kerusakan akibat melintasi jalan tersebut. Kondisi itu berdampak langsung terhadap pekerjaannya karena biaya perawatan meningkat, sementara penghasilan menjadi tidak optimal.
Sebagai sopir yang hampir setiap hari melintasi jalur itu, Ujang menilai struktur jalan sudah tidak mampu menahan beban kendaraan yang melintas secara terus-menerus. Ia pun mengkhawatirkan kondisi tersebut menjelang bulan suci Ramadan dan arus mudik Lebaran.
“Kalau sudah masuk musim mudik, jalur ini pasti ramai. Kalau tidak segera diperbaiki, sangat berbahaya bagi pemudik,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Asep Nurdian, warga setempat. Ia menilai kondisi jalan semakin memburuk dalam dua pekan terakhir, terutama saat intensitas hujan meningkat.
“Banyak pengendara menghindari lubang dengan mengambil jalur tengah atau pinggir jalan. Itu rawan tabrakan. Sudah ada beberapa yang jatuh, kebanyakan pengendara motor,” ungkap Asep.
Ia menambahkan, risiko kecelakaan semakin tinggi pada malam hari karena minimnya penerangan jalan umum di sejumlah titik.
“Kalau malam gelap sekali. Lubang tidak kelihatan, apalagi saat hujan dan tergenang air. Itu sangat berbahaya,” katanya.
Harapan Perbaikan Jalan Nasional
Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suandi, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur terkait kondisi sarana dan prasarana jalan yang rusak di beberapa wilayah.
Ia menjelaskan, sejak hari pertama bertugas di Cianjur, pihaknya langsung menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mendorong percepatan perbaikan jalan, termasuk ruas jalan yang sempat viral di kawasan Tugu Gentur.
“Kami sudah berkoordinasi agar perbaikan jalan dapat segera ditindaklanjuti secara menyeluruh,” ujar Aang.
Selain itu, polisi mengimbau masyarakat, khususnya pengendara roda dua, agar lebih berhati-hati saat melintas jalan nasional tersebut, terutama ketika hujan turun karena lubang jalan kerap tertutup genangan air.
Polisi berharap perbaikan jalan segera dilakukan guna meminimalkan risiko kecelakaan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, terlebih menjelang arus mudik yang diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan di jalur tersebut.**











