PenaKu.ID – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dipastikan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Tanggal tersebut menandai hari pertama pergantian tahun dalam kalender Tionghoa yang menggunakan sistem penanggalan lunisolar, yakni perhitungan waktu berdasarkan peredaran bulan dan matahari.
Tidak seperti kalender Masehi yang bersifat tetap, penentuan tanggal Imlek berubah setiap tahun. Umumnya, Tahun Baru Tionghoa dirayakan antara akhir Januari hingga pertengahan Februari. Pada 2026, rangkaian perayaan telah dimulai sejak malam Tahun Baru pada Senin, 16 Februari 2026, yang secara tradisional menjadi momen penting bagi keluarga untuk berkumpul dan menyambut datangnya tahun baru.
Imlek 2026 sekaligus menandai dimulainya Tahun Kuda Api (Fire Horse) dalam siklus zodiak Tionghoa. Perpaduan shio Kuda dengan elemen Api kerap dimaknai sebagai simbol energi, keberanian, dinamika, serta dorongan perubahan. Dalam kepercayaan Tionghoa, siklus ini berulang setiap 60 tahun dan sering dikaitkan dengan periode yang penuh aktivitas serta tantangan.
Imlek 2026 Bakal Diwarnai Beragam Perayaan
Perayaan Imlek sendiri tidak hanya berlangsung dalam satu hari. Tradisi umumnya dirayakan selama 15 hari, yang akan ditutup dengan Festival Lampion, diperkirakan jatuh pada awal Maret 2026. Selama periode tersebut, masyarakat Tionghoa menjalankan beragam tradisi, mulai dari sembahyang leluhur, berbagi angpao, hingga pertunjukan barongsai dan naga, serta berbagai kegiatan sosial dan budaya di ruang publik.
Di Indonesia, Imlek telah lama diakui sebagai hari besar keagamaan dan budaya nasional. Peringatan ini secara konsisten tercantum dalam kalender hari libur nasional, sehingga menjadi momentum penting tidak hanya bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan aktivitas budaya di berbagai daerah.
Dengan kepastian jadwal Imlek 2026 tersebut, masyarakat diimbau untuk mulai mempersiapkan agenda perayaan maupun perjalanan sejak dini. Pasalnya, perayaan Imlek kerap diiringi dengan meningkatnya aktivitas sosial serta mobilitas masyarakat di berbagai wilayah.** (tds)





