PenaKu.ID – Pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase krusial. Pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah 0,31 persen ke level 7.084,62.
Sentimen global yang tidak menentu, terutama ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, menjadi beban utama yang membuat investor cenderung bersikap defensif.
Gejolak Timur Tengah dan Ancaman Inflasi Global Ke IHSG
Ketegangan geopolitik meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran jika Selat Hormuz ditutup. Meski Iran membantah adanya negosiasi langsung, ancaman balasan terhadap infrastruktur energi AS dan Israel memicu lonjakan harga minyak mentah.
Kondisi ini memaksa bank sentral dunia, termasuk The Fed, tetap dalam posisi siaga tinggi terhadap potensi inflasi, yang pada gilirannya menekan bursa saham Wall Street dan Eropa.
Langkah Berani Bank Indonesia Redam Volatilitas Rupiah IHSG
Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah taktis untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Mulai 1 April 2026, BI menurunkan ambang batas pembelian dolar AS yang wajib melampirkan dokumen pendukung menjadi 50 ribu dolar AS.
Kebijakan ini bertujuan mempersempit ruang spekulasi. Di sisi lain, pemerintah juga tengah mengkaji opsi kerja empat hari bagi ASN atau WFH untuk menekan konsumsi BBM di tengah kenaikan harga energi dunia yang kian liar.**











