PenaKu.ID – Harga perak dunia pada perdagangan Senin (9/3/2026) bergerak fluktuatif seiring dinamika yang terjadi di pasar logam mulia global. Perubahan harga tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat hingga sentimen ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian.
Berdasarkan data dari pasar komoditas internasional, harga perak global saat ini berada di kisaran US$81 hingga US$84 per troy ounce. Pergerakan tersebut mencerminkan respons pelaku pasar terhadap penguatan dolar AS serta kondisi perekonomian dunia yang belum sepenuhnya stabil.
Di pasar domestik, jika dikonversikan ke rupiah, harga perak di Indonesia saat ini berada di kisaran Rp45 ribu per gram. Namun, angka tersebut dapat berbeda di setiap daerah maupun tempat penjualan karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurs rupiah, biaya distribusi, serta margin yang ditetapkan oleh pedagang.
Secara umum, harga perak di pasar lokal berkisar antara Rp45.000 hingga Rp47.000 per gram. Jika dikonversikan, nilainya setara sekitar Rp1,4 juta per troy ounce. Perbedaan harga juga dapat terjadi bergantung pada tingkat kemurnian logam dan jenis produk perak yang diperdagangkan di pasaran.
Faktor yang Memengaruhi Harga Perak
Pengamat pasar komoditas menilai pergerakan harga perak saat ini masih sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah kekuatan dolar Amerika Serikat. Ketika dolar menguat, harga logam mulia cenderung tertekan karena menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Selain faktor mata uang, permintaan dari sektor industri juga memegang peranan penting terhadap harga perak. Logam ini banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari industri elektronik, panel surya, hingga pengembangan kendaraan listrik.
Di sisi lain, perak juga sering dipandang sebagai aset lindung nilai atau safe haven. Meski demikian, volatilitas perak umumnya lebih tinggi dibandingkan emas sehingga pergerakan harganya cenderung lebih dinamis.
Sejumlah analis memperkirakan perak masih akan bergerak cukup aktif sepanjang 2026. Permintaan dari sektor teknologi serta industri energi terbarukan diprediksi tetap menjadi salah satu pendorong utama yang memengaruhi pergerakan harga logam tersebut di pasar global.** (tds)








