PenaRagam
Trending

Gubuknya Terpaksa Dibongkar, Pemilik Rela Tinggal di Tenda

PenaKu.ID – Sebuah gubuk berukuran 7×5 meter dengan kondisi sudah memprihatinkan milik Dian (55) di Kampung Salakopi, RT 02/12, Desa/Kecamatan Haurwang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tiga hari lalu terpaksa dibongkar masyarakat lantaran dikhawatirkan ambruk.

Setelah gubuknya dibongakar warga, Dian bersama dua orang anaknya rela mendiami tenda darurat yang lokasinya tak jauh dari gubuknya tersebut. Sementara isti dan ketiga anaknya yang lain dievakuasi di rumah sanak saudaranya.

Dian menerangkan, setelah melihat kondisi rumahnya yang hampir roboh, warga dan aparat RT dan RW setempat berinisiatif membongkarnya dan berencana membangunkan kembali dengan bergotong-royong. Meski saat ini, lanjut Dian, warga hanya mampu membuatkan pondasinya saja.

“Karena rumah saudara sempit maka saya bersama 2 orang anak saya yang sudah dewasa diam di dalam tenda sedang istri beserta 3 orang anak saya yang belum dewasa diam di rumah saudara,” ucapnya, Sabtu (08/01/22).

Pengurus FPMH Ayi Juanda mengatkan alasan dibongkarnya Gubuk Dian tiada lain karena mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan menimpa keluarga Dian.

Ayi meneruskan saat ini pihaknya bersama warga lain tengah mengumpulkan donasi untuk membangung gubuk tersebut agar segera dapat selesai.

“Kepala Desa Haurwangi sengaja belum diberi tahu secara gamlang karena kami ingin berusaha dengan maksimal  tanpa peran aktif  kepala desa, karena hal itu akan dikerjakan dengan maksimal oleh masyarakt, FPMH, e-warung dan bila kita mentok maka seluruhnya akan diberikan pada kepala desa,” ujar Ayi.

Kepala Desa Haurwangi H. Dede Supyanudin mengaku sudah mengetahui hal tersebut dari warga setempat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada warga dan RT juga RW yang sudah bergotong-royong membantu sesama dalam kesulitan.

“Semoga saja seluruh kebaikan semua pihak segera dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat ganda,” singkat Kades.  

***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button