PenaKu.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Jepang bagian barat pada Senin (6/1/2026) pagi waktu setempat. Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) memastikan gempa tersebut tidak memicu peringatan tsunami.
JMA mencatat gempa bumi terjadi sekitar pukul 10.18 waktu setempat. Episentrum gempa berada di Prefektur Shimane dengan kedalaman menengah. Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah sekitar, termasuk Hiroshima dan Tottori, dengan intensitas mencapai upper-5 pada skala intensitas gempa Jepang.
Meski guncangan terasa signifikan, otoritas setempat melaporkan tidak ada kerusakan besar maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun, sejumlah fasilitas publik sempat terdampak sebagai langkah antisipasi. Layanan kereta cepat Shinkansen di beberapa jalur dilaporkan dihentikan sementara untuk pemeriksaan keselamatan sebelum akhirnya kembali beroperasi normal.
Gempa Bumi Susulan
JMA juga melaporkan adanya beberapa gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama. Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada terhadap potensi guncangan lanjutan, meskipun kondisi terkini dinyatakan terkendali.
Pemerintah Jepang menegaskan seluruh fasilitas vital, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir yang berada di sekitar wilayah terdampak, dipastikan dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan operasional.
Sebagai negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, Jepang dikenal memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi. Gempa bumi berkekuatan kecil hingga menengah kerap terjadi akibat pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif. Meski demikian, sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Jepang dinilai sangat maju.
Otoritas kembali mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bersumber resmi serta selalu mengikuti pembaruan dari lembaga pemerintah terkait, khususnya saat terjadi bencana alam.** [tds]











