Duh,! Di Tengah Corona Game Online Nekad Buka, Aparat Sidak

by
Aparat sidak tempat game online

PenaKu.ID – Kepala Staf Gabungan Praise Police Force (PPP) Kota Bandung dan Operasi Bantuan Operasi (BKO) TNI telah membubarkan pusat permainan game online di Jln. Solidaritas masih beroprasi selama pandemi Covid-19 pada Kamis ( 2/4/20 ) sebanyak 15 orang yang sedang bermain.

“Kami meminta pengunjung untuk segera menghentikan kegiatan mereka dan kembali ke rumah mereka,” kata Kepala Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Bandung, Rasdian Setiadi.

Dia mengatakan tindakan pembubaran itu disebabkan oleh laporan publik bahwa masih ada sewa warnet (cafe) dan Play Station (PS) yang beroperasi. “Tentu saja sekarang semua orang khawatir ketika ada banyak orang atau tempat yang membuat kekacauan. Karena itu, kami melakukan yang terbaik untuk mencegah hal ini sehingga penyebaran COVID-19 dapat diminimalkan, ”kata Rasdian.

Kasatpol PP berharap bahwa masyarakat Kota Bandung akan menanggapi lingkungan di sekitar rumah mereka. “Jika ada sesuatu yang dapat menyebabkan keributan untuk dilaporkan kepada petugas sehingga pencegahan bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

Selain Jalan Solontongan, petugas juga berpatroli di sejumlah kafe dan persewaan Internet lainnya, termasuk Jalan Ciwastra dan Jalan Cijagra. Namun, petugas menemukan kafe dalam keadaan tertutup.

Sementara itu, Kepala Seksi Investigasi dan Penegakan Kota Bandung Mujahid Syuhada menambahkan bahwa pada kesempatan itu, mereka telah menyebarluaskan Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Sekretaris Daerah atas nama Walikota Kota Bandung Nomor: 556 / SE.48-DISBUDPAR pada tanggal 31 Maret 2020.

SE berisi tinjauan sementara operasi operasi layanan bisnis pariwisata dalam upaya untuk menjaga terhadap penyebaran Infeksi Covid-19. “Pemilik bisnis jasa pariwisata disarankan untuk tidak beroperasi sampai 14 April 2020,” Mujahid menjelaskan.

Tujuan wisata yang akan ditutup meliputi klub malam, diskotik, pub, pub dan karaoke, karaoke, bar / bar, taman bermain agility, spa, taman bermain anak-anak, bioskop, bola golf, bola snooker, dan panti pijat.

Selain itu, audiensi publik juga diberikan oleh pembicara menggunakan mobil patroli ke berbagai daerah, termasuk Jalan Gedebage, Soekarno Hatta, Ujungberung, Cicaheum, Ahmad Yani, dan Jakarta. Orang-orang diminta untuk tinggal di rumah dan menghindari keramaian.

( dp/hm )