Pemerintahan

Dugaan Masalah BUMDes Selawangi, Inspektorat Kabupaten Bogor Panggil Kades Juhendi

×

Dugaan Masalah BUMDes Selawangi, Inspektorat Kabupaten Bogor Panggil Kades Juhendi

Sebarkan artikel ini
Dugaan Masalah BUMDes Selawangi, Inspektorat Kabupaten Bogor Panggil Kades Juhendi
Kantor Desa Selawangi, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. (Foto:Riyan/PenaKu.ID).

PenaKu.ID – Kasus dugaan penyimpangan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Selawangi, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, kini memasuki babak baru. 

Inspektorat Kabupaten Bogor secara resmi telah memanggil Kepala Desa Selawangi, Juhendi Ahmad Zulfikar, untuk dimintai keterangan.

Kasus BUMDes Selawangi Masukin Babak Baru

Pemanggilan tersebut berkaitan dengan dua poin krusial yang menjadi sorotan publik dugaan penjualan hewan ternak milik BUMDes secara sepihak dan pembangunan kandang ternak yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor, Arif Rahmat, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan langkah pemanggilan terhadap kades yang bersangkutan pada Kamis (05/03/26).

“Sudah ada, kemarin sudah kita panggil kepala desa yang bersangkutan pada hari Kamis,” ujar Arif Rahmat saat dikonfirmasi, Jumat (06/03/26).

Atensi dari Komisi I DPRD Kabupaten Bogor 

Langkah tegas yang diambil Inspektorat ini bukan tanpa alasan. Arif menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut atas atensi langsung dari Komisi I DPRD Kabupaten Bogor yang meminta agar permasalahan tersebut segera diaudit dan diselesaikan.

“Karena ada atensi dari Komisi I, maka kita lakukan pemanggilan. Namun teman-teman di Inspektorat belum memberikan hasilnya seperti apa,” jelasnya.

Menunggu Laporan Detail

Meski pemeriksaan sudah berjalan, Inspektorat belum bisa membeberkan hasil audit secara rinci. Arif menyatakan bahwa dirinya masih menunggu laporan tertulis dari tim pemeriksa di lapangan sebelum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut kepada publik.

“Cuma hasilnya belum ada laporan ke saya. Ketika sudah ada laporan detail, nanti saya informasikan,” pungkas Arif.

Kasus ini menjadi perhatian serius warga Desa Selawangi, mengingat BUMDes seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui pengelolaan aset yang transparan dan akuntabel.***