PenaKu.ID – Juventus harus puas berbagi angka saat menjamu Sassuolo pada pekan ke-30 Serie A 2025/2026. Bertanding di Allianz Stadium, Turin, Sabtu (21/3/2026), laga berakhir imbang 1-1 meski tuan rumah tampil lebih dominan sepanjang pertandingan.
Tim asuhan Luciano Spalletti langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Tekanan yang dibangun Juve berbuah hasil cepat setelah Kenan Yıldız mencetak gol pembuka pada menit ke-14. Gol tersebut tercipta melalui skema serangan terorganisasi yang menegaskan dominasi Bianconeri di awal laga.
Sepanjang babak pertama, Juve mengontrol jalannya pertandingan lewat penguasaan bola dan sejumlah peluang berbahaya. Di sisi lain, Sassuolo yang dilatih Fabio Grosso lebih banyak menunggu sambil mengandalkan serangan balik. Skor 1-0 untuk keunggulan Juventus bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Sassuolo tampil lebih agresif. Perubahan pendekatan itu membuahkan hasil pada menit ke-52 ketika Andrea Pinamonti berhasil menyamakan kedudukan setelah memaksimalkan peluang di depan gawang.
Juventus Terus Menekan, Sassuolo Gagalkan Penalti
Gol tersebut membuat tempo pertandingan meningkat. Juve kembali menekan pertahanan tim tamu dan menciptakan sejumlah peluang. Kesempatan terbaik hadir di penghujung laga melalui titik penalti, namun gagal dikonversi menjadi gol setelah kiper Sassuolo melakukan penyelamatan penting.
Secara statistik, Juventus unggul dalam penguasaan bola dan jumlah peluang. Namun, efektivitas menjadi pembeda, dengan Sassuolo mampu memaksimalkan peluang terbatas yang mereka miliki.
Kenan Yıldız menjadi salah satu pemain paling menonjol bagi Juventus berkat kontribusinya di lini depan, termasuk gol pembuka. Sementara itu, Andrea Pinamonti tampil sebagai penyelamat Sassuolo lewat gol penyeimbang.
Hasil imbang ini membuat Juventus tertahan di posisi kelima klasemen sementara, sedangkan Sassuolo berada di peringkat ke-11. Tambahan satu poin bagi kedua tim mencerminkan jalannya pertandingan yang relatif seimbang, meski Juventus lebih dominan dalam permainan.
Laga ini menegaskan bahwa dominasi tidak selalu menjamin kemenangan, terutama ketika penyelesaian akhir menjadi kendala utama.** (tds)











