Religi

Doa Setelah Salat Tarawih, Wajib atau Sekadar Anjuran?

×

Doa Setelah Salat Tarawih, Wajib atau Sekadar Anjuran?

Sebarkan artikel ini
Doa Setelah Salat Tarawih, Wajib atau Sekadar Anjuran?
Doa Setelah Salat Tarawih, Wajib atau Sekadar Anjuran? /Ilustrasi (pixabay)

PenaKu.ID – Bulan Ramadan selalu identik dengan pelaksanaan salat tarawih yang dikerjakan umat Islam pada malam hari setelah salat Isya. Selain menjadi ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, tarawih di banyak masjid umumnya diakhiri dengan doa bersama. Namun, doa setelah salat tarawih ini kerap memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah doa setelah salat tarawih memiliki dasar khusus dalam ajaran Islam?

Para ulama sepakat bahwa salat tarawih merupakan bagian dari qiyam Ramadan, yakni ibadah malam yang memiliki keutamaan besar. Hal ini sebagaimana ditegaskan Rasulullah ﷺ dalam hadis sahih:

“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menegaskan keutamaan tarawih sebagai amalan malam di bulan Ramadan. Kendati demikian, para ulama juga menegaskan bahwa tidak terdapat riwayat sahih yang secara khusus menetapkan satu bacaan doa tertentu yang wajib dibaca atau doa setelah salat Tarawih,.

Doa Setelah Salat Tarawih Tidak Bersifat Wajib

Dalam kajian fikih, doa setelah salat tarawih tidak memiliki redaksi baku yang ditetapkan oleh Rasulullah ﷺ. Artinya, doa tersebut bukan bagian dari rukun atau syarat ibadah tarawih. Umat Islam diberi kebebasan untuk berdoa dengan doa apa pun, selama tidak bertentangan dengan syariat.

Anjuran untuk berdoa secara umum ditegaskan langsung oleh Allah SWT dalam Al-qur’an:

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuk kalian.”
(QS. Ghafir: 60)

Ayat tersebut menjadi landasan bahwa berdoa setelah ibadah, termasuk setelah salat tarawih, merupakan amalan yang dianjurkan. Momentum setelah ibadah dipandang sebagai waktu yang baik untuk memanjatkan doa dan harapan kepada Allah SWT.

Doa dan Dzikir yang Dianjurkan

Meski tidak ada doa khusus setelah tarawih, Rasulullah ﷺ dikenal senantiasa memperbanyak doa dan dzikir usai menunaikan ibadah malam. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah memperbanyak istighfar sebagai bentuk pengakuan atas keterbatasan dan kelemahan manusia di hadapan Allah SWT.

Dalam hadis sahih riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ terbiasa memohon ampun kepada Allah setelah beribadah.

Selain itu, doa yang sering dipanjatkan oleh Nabi ﷺ dan para sahabat adalah doa yang termaktub dalam Al-qur’an:

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
(QS. Al-Baqarah: 201)

Doa tersebut dinilai mencakup permohonan kebaikan secara menyeluruh, baik urusan dunia maupun akhirat, sehingga relevan dibaca setelah sholat tarawih.

Doa Ampunan di Bulan Ramadan

Khusus di bulan Ramadan, terutama pada malam-malam terakhir, Rasulullah ﷺ juga menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak doa ampunan. Salah satu doa yang masyhur adalah:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka ampunilah aku.”

Doa ini menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum utama untuk memperbanyak taubat dan memohon pengampunan kepada Allah SWT.

Kesimpulan

Secara syariat, doa setelah salat tarawih tidak bersifat wajib dan tidak memiliki bacaan khusus yang ditetapkan. Namun, berdoa setelah ibadah malam tetap dianjurkan sebagai bentuk penghambaan, harapan, dan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.

Umat Islam dianjurkan membaca doa-doa yang bersumber dari Al-qur’an dan hadis sahih, serta menghindari bacaan yang tidak memiliki dasar yang jelas. Dengan pemahaman ini, pelaksanaan salat tarawih diharapkan dapat dilakukan dengan lebih tenang, khusyuk, dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.**